Skip to main content

FLP Jakarta Goes To School dan Penulis

FLP Jakarta Goes To School merupakan sebuah kegiatan literasi yang sudah diinisiasi sejak lama oleh para sesepuh di lingkungan FLP Jakarta. 

Kegiatan ini sepengetahuan penulis, berupa kegiatan berbagi ilmu menulis yang selesai dalam satu kali pertemuan. 

Namun, penulis akan berbagi informasi terkait kegiatan FLP Jakarta Goes To School atau FLP Jakarta GTS ini khusus pada kegiatan yang penulis turut serta di dalamnya. 


Berawal saat ketua FLP Jakarta periode itu Nur Afilin meminta penulis untuk hadir di sebuah acara kegiatan literasi di wilayah Cilangkap.

Di sana, penulis mewakili FLP Jakarta bergabung dengan sejumlah komunitas lain mengadakan Festival Pelajar Kreatif Bersama Komunitas Pendidikan Jakarta SMPN 102 Jakarta, 26-27 Juni 2019. 

Kemudian saat SDIT Nurul Fikri pada tahun 2020 membutuhkan mentor untuk mengisi kegiatan ekstrakurikuler menulis di sekolah mereka. Penulis bersama ketua FLP Jakarta saat itu Winda Aryan, dan anggota FLP Jakarta Nur Afilin yang juga menjadi guru di sekolah terkait. Turut serta juga  Shinta Sofiana Dewi yang saat itu menjabat sebagai wakil ketua FLP Jakarta.

Kegiatan FLP Jakarta GTS x SDIT Nurul Fikri berlangsung selama dua semester hingga pandemi melanda dan semua kegiatan offline dihentikan.

 Kegiatan ini menghasilkan satu buku berisi kumpulan cerita dari para siswa siswi peserta writing club SDIT Nurul Fikri Depok saat itu.


Perjalanan penulis bersama FLP Jakarta GTS berlanjut di era Karina Anggara memimpin FLP Jakarta. Kegiatan FLP Jakarta GTS kembali dimulai. Berawal dari DM pihak sekolah SMPTQ Cita Mulia yang kemudian berakhir dengan jalinan kolaborasi kegiatan kelas penulisan yang menghasilkan karya buku. Kelas karya ini sudah berlangsung sejak 2023 hingga saat ini. Mentor dari FLP Jakarta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Karina Anggara, Aira Kimberly dan Iecha Hakim.

FLP Jakarta Goes To School X Kelas Karya Buku SMPTQ Cita Mulia sudah menghasilkan lima buku karya para siswa-siswi kelas karya penulisan buku. 

 




Buku kedua


Buku ketiga 



Buku keempat


Buku kelima



Bisa menulis cerita sendiri dan membukukannya merupakan sebuah pengalaman yang sangat berkesan tentunya. 

Meski harapan kami para mentor, tentu saja para siswa tidak berhenti hanya sampai di sini. Banyak hal dari dunia penulisan yang masih perlu untuk dipelajari.

Dan FLP Jakarta terus akan  menggelorakan semangat literasi salah satunya dengan cara menulis cerita sendiri dan membukukannya.

 

Salam Literasi!

Penulis

Aira Kimberly 



Comments

Popular posts from this blog

Berlibur Makin Seru Yang Suka Baca Buku

1 Januari 2025 Masih liburan seru nih semuanya, hurray! Liburan selalu menjadi momen yang dinanti-nanti. Entah itu menyusuri pantai berpasir putih, mendaki gunung yang menantang, atau sekadar duduk di bawah pohon rindang di taman kota. Namun, bagi kamu yang suka baca buku seperti Nano, liburan tidak pernah lengkap tanpa membawa teman setia,”BUKU”. Buku, bagi Nano, adalah pintu gerbang ke dunia lain. Ketika Nano menyusuri halaman demi halaman, Nano merasakan petualangan yang sama serunya seperti berjalan di jalan-jalan asing di negara yang belum pernah Nano kunjungi. Bahkan, ada saat-saat di mana buku menjadi alasan utama untuk memilih destinasi liburan. Lucu, kan? Seingat Nano, pertama kali Nano membawa buku sebagai teman perjalanan adalah ketika Nano masih kecil. Sekeluarga sedang liburan ke kampung. Di tengah hiruk-pikuk acara kumpul keluarga besar, Nano malah sibuk tenggelam dalam dunia "Lima Sekawan" karya Enid Blyton. Paman sampai heran, "Bukannya mau main...

Solusi Games Edukasi Online yang Ramah Anak

Perkembangan teknologi membawa banyak perubahan dalam cara kita belajar, termasuk untuk anak-anak. Di era digital seperti sekarang, bermain game tidak lagi hanya soal hiburan semata. Banyak game edukasi online yang dirancang untuk memperkenalkan konsep-konsep penting kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Namun, sebagai orang tua, tentu kita perlu memastikan bahwa game yang dimainkan anak ramah, aman, dan bermanfaat. Namun cara paling mudah bagi para orangtua adalah dengan memainkan terlebih dahulu. Pada liburan tahun ini, saya berkesempatan mencoba beberapa games online untuk dimainkan. Salah satunya adalah game yang mengenalkan anak pada konsep sumber daya alam dengan cara sederhana dan mudah diakses.   C ara memainkannya sangat sederhana. Anak-anak usia TK dan SD awal kemungkinan bisa dengan cepat menyerap pembelajaran yang ada di dalam game ini. Game ini diawali dengan munculnya sosok seorang Bu Guru bernama Suzanne yang mengenalkan materi dasar te...

Pentingnya Baca Buku Sejak Dini pada Anak Demi Masa Depan

Baca buku banyak plusnya. Semua harus mengakui. Namun mengapa minat baca di negeri kita masih minim? Apa harapanmu pada the next gen? Jika generasi sebelumnya memang sudah sulit untuk diharapkan. Salah satunya tentu dengan membiasakan baca buku sejak dini pada anak. Mulai saja dengan anak sendiri atau anak terdekat di lingkungan sendiri. Ini mungkin banyak yang menganggap sebagai hal sepele, tetapi sebenarnya memiliki dampak besar untuk masa depan anak-anak kita. Baca buku. Ya, pentingnya baca buku sejak dini pada anak tak bisa kita abaikan, apalagi di era digital seperti sekarang. Sebagai seorang ibu dan juga pecinta buku, saya percaya bahwa buku adalah jendela dunia. Ketika anak-anak kita membaca buku, mereka tidak hanya mengenal kata-kata baru, tetapi juga membuka wawasan, membentuk karakter, dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Yuk, kita bahas lebih dalam kenapa membaca buku itu sangat penting dan bagaimana kita bisa menanamkan kebiasaan ...