Friday, November 1, 2019

Bagaimana Cara Menerbitkan Buku Cerita Anak?

Share on :



Saya telah mengajar banyak anak tentang bagaimana cara menulis cerita anak. Anak-anak merupakan makhluk ciptaan Allah yang luar biasa. Mereka mampu belajar dengan cepat. Mereka juga punya antusiasme yang tinggi. Dan ada beberapa anak yang sudah memiliki bakat alami dalam menulis cerita anak.
Di dalam perjalanan saya mengajar anak dalam menulis cerita anak. Ada beberapa anak yang pemalu. Mereka merasa nggak pede dengan karyanya. Padahal karya mereka bagus dan layak untuk diterbitkan.
Sementara di sisi lain ada pihak orangtua yang sangat ingin karya anak-anak mereka bisa diterbitkan menjadi buku.
Nah, tantangan paling utama di sini adalah bagaimana caranya membuat anak-anak merasa pede dengan karya-karya mereka. Karena mereka menolak untuk menerbitkan karya mereka.
Ini merupakan hal yang tak mudah. Apalagi jika kita bertemu dengan orangtua yang tak sabaran. Mereka ingin semuanya berjalan cepat dan tanpa mempedulikan perasaan si anak, dengan serta merta mengumpulkan karya si anak tanpa mempertimbangkan perasaan mereka.
Di sinilah cara kita menilai sebuah karya harus diperbaiki. Karya merupakan sebuah hal yang bersifat pribadi dan memiliki arti bagi si individu pemilik karya. Berapapun usia mereka. Mereka menulis sebuah cerita dengan perasaan, pikiran dan upaya. Makanya sebuah tulisan disebut sebuah karya. Karya setiap individu cenderung unik mengikuti krakteristik si pembuat karya.
Pertama-tama, anak harus diyakinkan dulu bahwa karya mereka sudah memenuhi syarat untuk dikirim ke penerbit.
Ke penerbit mana karya tersebut akan dikirimkan? Untuk hal ini, kita harus sesuaikan jenis naskah cerita anak dengan penerbit. Pilih penerbit yang menerbitkan naskah cerita anak yang serupa. Kita tidak mungkin mengirimkan naskah cerita anak ke penerbit yang biasanya menerbitkan buku non fiksi. Atau genre berbeda.
Setelah itu anak harus tahu bahwa proses diterbitkannya sebuah buku butuh proses dan tentunya berimbas pada waktu. Mereka harus bisa sabar menunggu. Apalagi kalau buku cerita anak tersebut akan diberi ilustrasi yang banyak.
Jadi, sembari menunggu proses di penerbit. Anak-anak sebaiknya disemangati untuk terus berkarya. Dan di sini bukan hanya tugas guru menulis saja, orangtua juga harus ikut aktif berperan. Semangat terus dan pantang menyerah!

No comments:

Post a Comment