Friday, October 25, 2019

Mengajar Anak Menulis Cerita Anak

Share on :


Orang tua mana sih yang tak bangga jika anaknya punya kemampuan khusus hingga punya prestasi? Apalagi jika kemampuan tersebut tak dimiliki oleh semua anak atau unik. Salah satunya adalah kemampuan untuk menulis. Dalam hal ini, saya khusus membahas tentang menulis cerita anak yang masuk ke dalam ranah fiksi.
Ada tiga kategori tulisan yang kita bisa kenali yaitu karya fiksi, non fiksi dan faksi yang merupakan campuran dari karya fiksi dan non fiksi alias fakta dan fiksi.

Nah, kembali pada topik mengajar anak menulis cerita. Berdasarkan pengalaman saya mengajar anak-anak, termasuk anak sendiri, hal yang paling penting adalah tidak memaksa anak. Dianjurkan anak ikut kelas menulis atas keinginan sendiri.

Sungguh beruntung jika anak tersebut sudah punya minat dan bakat. Tinggal terus berlatih dan banyak membaca sambil terus didampingi, maka insya Allah karya anak tersebut akan cepat berkembang ke arah yang lebih baik.

Dilanjutkan dengan membekali anak dengan ilmu bagaimana menulis cerita anak yang baik. Tentu saja saya mengajari anak-anak dengan ilmu yang sudah saya pelajari dari guru-guru menulis saya sebelumnya dan ada beberapa yang butuh ditambah atau disesuaikan dengan keadaan di lapangan saat itu.

Namun pada dasarnya hal yang tak kalah pentingnya dalam mengasah kemampuan anak untuk berkarya adalah dengan banyak membaca buku dan bacaan lain yang bisa menambah wawasan anak.

Tentu saja untuk bahan bacaan anak, diharapkan orang tua dan guru tetap memantau dan mendampingi anak dalam memilih bahan bacaannya. Karena tak jarang ada buku-buku yang ditujukan untuk anak ternyata mengandung informasi yang bukan untuk kategori anak-anak. Disengaja atau tidak, saya menemukan hal ini di rak-rak buku anak di toko buku bahkan di perpustakaan. Jadi, orangtua dan guru diharapkan selalu memantau bahan bacaan anak.

Lalu setelah anak biasa dan terbiasa membaca, langkah berikutnya adalah mengajar anak menulis cerita.
Saya menggunakan formula sederhana jika boleh disebut demikian untuk menulis cerita anak. Formula yang biasa saya gunakan ini disederhanakan agar lebih mudah dipahami anak.
Kita akan membahasnya dalam postingan saya berikutnya. ^_^

6 comments:

  1. Pasti semua orang tua akan bangga jika anaknya bisa berkarya dan berprestasi.

    ReplyDelete
  2. Mengajari anak untuk berkarya sejak dini itu lebih baik ya Bun.

    ReplyDelete
  3. Iya Mbak, hal dasar untuk melakukan apapun adalah dengan membaca, agar wawasan anak terbuka terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  4. Karena yang sederhana justru akan memiliki makna yang lebih dalam ya Mbak.

    ReplyDelete
  5. Iya Bun, kalau anak tidak mau lalu dipaksa itu hasilnya pun tidak akan baik juga.

    ReplyDelete
  6. Iya Bun, kalau pada dasarnya anaknya sudah memiliki niat apalagi bakat pasti akan lebih mudah.

    ReplyDelete