Skip to main content

Bagaimana Mengajar Anak Menulis Cerita Anak 2

Dear moms, lanjut ya topik kita terkait bagaimana cara mengajar anak bagaimana menulis cerita fiksi.

Mengajar anak menulis cerita anak bisa mudah dan bisa susah, itu semua tergantung pada mindset kita sebagai orangtua dan bekal apa yang sudah kita beri pada anak kita sejak mereka lahir.  

Gak masalah kok walau kita hanya seorang ibu rumah tangga bukan seorang penulis. Selama kita punya keinginan mulia untuk mendidik anak kita bisa menulis cerita, insha Allah kita harus yakin bahwa semua niat baik akan dimudahkan Allah subhanahu wa ta’ala.

Moms, berdasarkan pengalaman saya, modal yang paling utama itu adalah sabar dan konsisten. Dengan kesabaran dan kasih sayang maka anak akan merasa nyaman dan tidak merasa ‘dipaksa’.

 


ToMaSS dan ATA

Berdasarkan pengalaman saya sebagai pengajar di kelas menulis untuk anak-anak usia sekolah dasar, saya kemudian berusaha menyederhanakan cara belajar menulis cerita fiksi untuk anak. Saya merumuskannya dalam dua “rumus” versi saya yaitu ToMaSS dan ATA.

ToMaSS

Mari kita bahas ToMaSS dulu, Moms. ToMass ini bukan Thomas si lokomotif itu lho, tapi singkatan dari:

To=Tokoh cerita.

Ma=masalah cerita.

S=Solusi.

S = Setting.

Dengan ToMaSS, saya harap para Moms dan juga Dads bisa lebih mudah dalam mengajar anak-anak kita bagaimana menulis cerita fiksi. ToMaSS ini merupakan unsur-unsur yang terdapat di dalam sebuah cerita fiksi.

Penjelasan sederhananya begini. Tidak ada cerita tanpa ‘tokoh’. Baik tokohnya hewan, manusia atau benda sekalipun.

Tidak ada cerita tanpa ‘masalah’. Tidak akan menarik sebuah cerita jika tidak ada masalah didalamnya. Masalah membuat si tokoh utama di dalam cerita bergerak mencari ‘solusi’ dan akhirnya cerita terus berkembang hingga menuju ke akhir cerita.

Setting merupakan hal yang sangat penting. Ada dua jenis setting yaitu setting waktu dan setting tempat. Kapan cerita itu terjadi? Pengambaran tentang setting waktu. Dimana cerita tersebut terjadi? Inilah dia setting tempat. Setting juga dikenal dengan dengan latar yang sangat penting di dalam membangun sebuah cerita fiksi.

Meskipun tak harus langsung dituliskan anak di dalam selembar kertas atau diketikkan langsung di layar komputer. Kegiatan merancang cerita bersama anak dengan ToMaSS ini akan menjadi sebuah kegiatan yang mengasyikkan, Moms!


                                                     pic by parentsmagazine

ATA

Nah, kita telah kenalan dengan ToMaSS, jangan lupakan si ATA yang akan membantu kita tetap berada di dalam jalan yang benar dalam menulis cerita.

A=awal cerita

T=Tengah cerita

A=Akhir cerita

 

ATA akan membantu anak untuk fokus dalam merangkai cerita agar si tokoh di dalam cerita anak tersebut tidak kemana-mana membawa (masalah dan konflik) cerita tersebut tanpa akhir.

Inilah pengalaman saya dalam mengajar anak bagaimana menulis cerita fiksi. Pada prakteknya banyak hal yang akan kita jumpai. Apalagi setiap anak memiliki karakter, minat dan kemampuan  yang berbeda. Insha Allah, nanti saya akan cerita lagi lebih banyak lagi via blog ini. Monggo mampir lagi dan jika ada pertanyaan jangan segan untuk ketik di kolom komentar. Dengan senang hati saya akan berbagi. ^__^ 

Comments

Popular posts from this blog

Investasi Cerdas untuk Masa Depan Cerah

“Kek Seno kenapa, Pa?” bisikku penasaran. Punggung pria tetangga depan rumah kami itu semakin menjauh. Mengiringi langkahnya yang terseok masuk kembali ke dalam rumahnya. Suamiku menghela napas berat, “Kasihan sekali Kek Seno, Ma. Dia kehilangan pekerjaannya di pabrik panci. Ada peremajaan karyawan, katanya.” “Iya sih. Aku sudah dengar kabar itu. Tapi kan Kek Seno, dapat pesangon dong!” Suamiku menggeleng. “Lho, masa enggak sih?

Mengajar Anak Menulis Cerita Anak

Orang tua mana sih yang tak bangga jika anaknya punya kemampuan khusus hingga punya prestasi? Apalagi jika kemampuan tersebut tak dimiliki oleh semua anak atau unik. Salah satunya adalah kemampuan untuk menulis. Dalam hal ini, saya khusus membahas tentang menulis cerita anak yang masuk ke dalam ranah fiksi. Ada tiga kategori tulisan yang kita bisa kenali yaitu karya fiksi, non fiksi dan faksi yang merupakan campuran dari karya fiksi dan non fiksi alias fakta dan fiksi. Nah, kembali pada topik mengajar anak menulis cerita. Berdasarkan pengalaman saya mengajar anak-anak, termasuk anak sendiri, hal yang paling penting adalah tidak memaksa anak. Dianjurkan anak ikut kelas menulis atas keinginan sendiri. Sungguh beruntung jika anak tersebut sudah punya minat dan bakat. Tinggal terus berlatih dan banyak membaca sambil terus didampingi , maka insya Allah karya anak tersebut akan cepat berkembang ke arah yang lebih baik. Dilanjutkan dengan membekali anak dengan ilmu bagaim

Belajar Bersama di Kuliah Online Universitas Terbuka

Universitas Terbuka atau lebih kita kenal dengan UT ini, merupakan Perguruan Tinggi negeri ke 45 di Indonesia.UT diresmikan pada tanggal 4 September 1984 dengan berdasarkan kepada Keputusan Presiden RI No. 41 Tahun 1984. Nah, dalam rangka milad ke 30 tahun UT, dengan dedikasi dan pengalamannya yang sudah teruji, Universitas Terbuka mempersembahkan Kuliah Terbuka Online. Targetnya adalah masyarakat luas dari segala lapisan.Kalau saya sih semangat sekali bisa ikut karena Rasulullah saw kan menyuruh kita untuk belajar sepanjang hayat :)  Yuks, bagi yang berminat aku bagi infonya disini ;) Step 1 : Kita masuk dulu ke laman MOOC UT, yaitu dengan cara klik link berikut :                                                                                                                             http://moocs.ut.ac.id/  kemudian klik tulisan Login berwarna biru muda di sudut kanan atas. Maka akan keluar tampilan berikut :  Ada permintaan akan Username dan password