Skip to main content

Grand Opening Outlet Eat and Eat di Mall One Bell Park yang Mak Nyuss! ^__^

Kali ini saya berkesempatan menghadiri Grand Opening Outlet Eat and Eat di Mall One Bell Park. Mal baru ini berlokasi di jalan rumah sakit Fatmawati No.1 Cilandak Jakata Selatan.
Meski sudah tau kalau outlet Eat and Eat ini sudah memiliki 12 outlet yang tersebar di berbagai mal di seluruh penjuru Indonesia, saya penasaran, apa sih sebabnya bisnis ini bisa berkembang di antara banyaknya bisnis sejenis?
Oh, ternyata inilah rahasianya ;)


Unik
Setiap Outlet memiliki keunikan masing-masing. Misalnya Outlet yang sedang dilakukan Grand Opening Eat and Eat di Mall One Bell Park saat ini.
Outlet Eat and Eat di sini memiliki tema  Eropa yaitu Food Market with a Twist.Jadi semua desain, mulai dari penampakan keseluruhan, bentuk counternya , bangku-bangku, meja hingga kostum para pramusajinya memiliki nuansa Eropa.

Local is Number One
Meski tema beda-beda di tiap outlet, namun prinsip Eat and Eat tetap satu yaitu mengangkat kuliner lokal Indonesia sehingga bisa tetap eksis sejajar dengan kuliner negara lain di dunia. Bravo!

Higienis dan Mak Nyuss!
Meski kuliner yang disajikan di eat and eat merupakan kuliner lokal yang mungkin bahkan kita temui di berbagai pelosok nusantara. Namun jangan kuatir soal rasa dan kehigienisannya. Pak Bondan Winarno yang kita kenal dengan maknyussnya itu berkesempatan hadir di Grand Opening Outlet Eat and Eat di Mall One Bell Park.
Beliau memberikan garansi, bahwa resep-resep masakan yang ada di Eat and Eat sama dengan resep aslinya. Mungkin yang dikurangi hanya pada level kepedasannya, demi menjaga keselamatan lambung pelanggan.


Akhirnya setelah diresmikan dengan acara penusukan balon oleh Bu Lian,  Pak Iwan dan Hardika, maka diiringi oleh   mars Eat and Eat,   Outlet Eat and Eat di Mall One Bell Park pun resmi dibuka untuk umum.
Congratulations! ^__^



Comments

  1. Semoga Outlet Eat and Eat di Mall One Bell Park bisa makin ramai. ^^

    ReplyDelete
  2. Tiap cabang eat and eat suasananya memang beda beda ya mak, jd ga bosen.. apalagi pilihan menunya juga beragam, boro boro mau bosen, ada juga bingung ya, smua mau hahaha

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung ke blog ini, mohon maaf karena komentar akan dimoderasi dulu. Mohon ditunggu kunjungan balik saya ^__^

Popular posts from this blog

Investasi Cerdas untuk Masa Depan Cerah

“Kek Seno kenapa, Pa?” bisikku penasaran. Punggung pria tetangga depan rumah kami itu semakin menjauh. Mengiringi langkahnya yang terseok masuk kembali ke dalam rumahnya. Suamiku menghela napas berat, “Kasihan sekali Kek Seno, Ma. Dia kehilangan pekerjaannya di pabrik panci. Ada peremajaan karyawan, katanya.” “Iya sih. Aku sudah dengar kabar itu. Tapi kan Kek Seno, dapat pesangon dong!” Suamiku menggeleng. “Lho, masa enggak sih?

Bagaimana Mengajar Anak Menulis Cerita Anak 2

Dear moms, lanjut ya topik kita terkait bagaimana cara mengajar anak bagaimana menulis cerita fiksi. Mengajar anak menulis cerita anak bisa mudah dan bisa susah, itu semua tergantung pada mindset kita sebagai orangtua dan bekal apa yang sudah kita beri pada anak kita sejak mereka lahir.   Gak masalah kok walau kita hanya seorang ibu rumah tangga bukan seorang penulis. Selama kita punya keinginan mulia untuk mendidik anak kita bisa menulis cerita, insha Allah kita harus yakin bahwa semua niat baik akan dimudahkan Allah subhanahu wa ta’ala. Moms, berdasarkan pengalaman saya, modal yang paling utama itu adalah sabar dan konsisten. Dengan kesabaran dan kasih sayang maka anak akan merasa nyaman dan tidak merasa ‘dipaksa’.   ToMaSS dan ATA Berdasarkan pengalaman saya sebagai pengajar di kelas menulis untuk anak-anak usia sekolah dasar, saya kemudian berusaha menyederhanakan cara belajar menulis cerita fiksi untuk anak. Saya merumuskannya dalam dua “rumus” versi saya yaitu ToMaSS

Mengajar Anak Menulis Cerita Anak

Orang tua mana sih yang tak bangga jika anaknya punya kemampuan khusus hingga punya prestasi? Apalagi jika kemampuan tersebut tak dimiliki oleh semua anak atau unik. Salah satunya adalah kemampuan untuk menulis. Dalam hal ini, saya khusus membahas tentang menulis cerita anak yang masuk ke dalam ranah fiksi. Ada tiga kategori tulisan yang kita bisa kenali yaitu karya fiksi, non fiksi dan faksi yang merupakan campuran dari karya fiksi dan non fiksi alias fakta dan fiksi. Nah, kembali pada topik mengajar anak menulis cerita. Berdasarkan pengalaman saya mengajar anak-anak, termasuk anak sendiri, hal yang paling penting adalah tidak memaksa anak. Dianjurkan anak ikut kelas menulis atas keinginan sendiri. Sungguh beruntung jika anak tersebut sudah punya minat dan bakat. Tinggal terus berlatih dan banyak membaca sambil terus didampingi , maka insya Allah karya anak tersebut akan cepat berkembang ke arah yang lebih baik. Dilanjutkan dengan membekali anak dengan ilmu bagaim