Skip to main content

Si Item Manis dari Tirta Sanita

Selalu ada yang menarik dari setiap kunjunganku ke daerah ini. Saat itu temaram mulai menghinggapi kawasan wisata air panas Tirta Sanita Ciseeng. Aku dan suami berjalan menelusuri kawasan gunung kapur menunggu azan magrib memanggil.
Kawasan wisata itu mulai senyap. Para pemondok sudah masuk ke dalam pesanggrahan. Wahan-wahana sudah tutup. Hanya para sekuriti yang terlihat di sana sini seiring pergantian jam kerja.

Dari balik gunung kapur terlihat sesosok ibu berjalan perlahan. Di tangan kanannya dia menjinjing sebuah keranjang plastik berwana hijau muda bertutup daun. Melihat kehadiran kami, dia pun bergegas menghampiri. menawarkan dagangannya. Yang ternyata sudah hampir habis.

"Apa itu, Bu? "
Saya melihat bungkusan makanan mirip lontong tapi daunnya masih hijau segar bagaikan belum dimasak.
"Ini uli, Bu," jelasnya. Dengan sigap dia menyodorkan pada saya.
"Oh, uli. Saya tau, ini dari ketan kan?"
"Benar. Dimakannya dengan ini," dia menyodorkan bungkusan plastik kecil berwarna kehitaman.
Hmm...
dari aromanya saya bisa menduga apa itu...




"Tape ketan item!" my favorit yummy history ^_^
Tanpa ragu saya mebeli sepasang makan itu. Dengan hargayang sangat terjangkau. Hanya lima ribu rupiah, kami bisa menikmati uli plus tape ketannya.



                                 




Dan jangan salah mengenai porsinya. Saya tak mampu menghabiskan semua lho. Uli ketannya mungkin seberat duaratus gram! Meski dari penampakannya terlihat ramping. Sedangkan si item manis kesukaanku itu rasanya bener-bener manis seger, dan meski terlihat kecil tapi ternyata banyak juga isinya.
Kami pun kekenyangan sehingga batal pergi makan malam itu ^__^

Comments

Popular posts from this blog

Investasi Cerdas untuk Masa Depan Cerah

“Kek Seno kenapa, Pa?” bisikku penasaran. Punggung pria tetangga depan rumah kami itu semakin menjauh. Mengiringi langkahnya yang terseok masuk kembali ke dalam rumahnya. Suamiku menghela napas berat, “Kasihan sekali Kek Seno, Ma. Dia kehilangan pekerjaannya di pabrik panci. Ada peremajaan karyawan, katanya.” “Iya sih. Aku sudah dengar kabar itu. Tapi kan Kek Seno, dapat pesangon dong!” Suamiku menggeleng. “Lho, masa enggak sih?

Mengajar Anak Menulis Cerita Anak

Orang tua mana sih yang tak bangga jika anaknya punya kemampuan khusus hingga punya prestasi? Apalagi jika kemampuan tersebut tak dimiliki oleh semua anak atau unik. Salah satunya adalah kemampuan untuk menulis. Dalam hal ini, saya khusus membahas tentang menulis cerita anak yang masuk ke dalam ranah fiksi. Ada tiga kategori tulisan yang kita bisa kenali yaitu karya fiksi, non fiksi dan faksi yang merupakan campuran dari karya fiksi dan non fiksi alias fakta dan fiksi. Nah, kembali pada topik mengajar anak menulis cerita. Berdasarkan pengalaman saya mengajar anak-anak, termasuk anak sendiri, hal yang paling penting adalah tidak memaksa anak. Dianjurkan anak ikut kelas menulis atas keinginan sendiri. Sungguh beruntung jika anak tersebut sudah punya minat dan bakat. Tinggal terus berlatih dan banyak membaca sambil terus didampingi , maka insya Allah karya anak tersebut akan cepat berkembang ke arah yang lebih baik. Dilanjutkan dengan membekali anak dengan ilmu bagaim

Kok Obat Tetes Mata Bisa Terasa Pahit di Lidah

                                                                Image: pinterest.com Nah, pertanyaan ini bermula saat ada keluhan di kedua mataku. Selama ini alhamdulillah mataku tak pernah bermasalah. Namun entah mengapa beberapa bulan terakhir ini mataku mudah sensitif terhadap debu membuatnya terasa gatal. Dan rasa gatal ini sangat menganggu kalau dibiarkan. Akhirnya biar nggak gatal lagi kedua mata kukucek. Memang rasa gatal berkurang tapi akhirnya gerakan kucek mata jadi nagih. Mata jadi bengkak dan berair. Akhirnya aku pun menyerah dan pergi periksa ke dokter. Chloramphenicol Pertama kali mengenal zat ini dari isi kandungan obat tetes mataku yang bermerk Reco. Obat tetes mata ini diresepkan oleh dokter di puskesmas karena ada keluhan pada mataku. Yaitu  sensitif pada debu. Juga mudah gatal hingga rasanya tangan pengen ngucek-ngucek sampe mata jadi merah. Akhirnya pada suatu kesempatan aku nyerah dan pergi periksa. Aku diberi satu jenis obat saja karena memang yang b