Skip to main content

Makaroni Beracun Berbahan Plastik

Sungguh mengejutkan, pada saat asyik menikmati renyahnya makaroni goreng, putriku  menemukan selembar plastik bening tertanam ke dalam sebuah makaroni.
Dia langsung curiga dan melapor.
"Bunda, sepertinya makaroni ini mengandung plastik deh."
"Ah, masa? Kelihatannya gaka da yang aneh tuh. Lagian makaroni ini kan dijual di warung yang udah kita percaya," jawabku.
"Tapi kan pemiliki warung jualan makaroni goreng bikinan orang lain bukannya dia goreng sendiri," Putriku berargumen.



Untuk memastikan, kami pun melakukan percobaan. Kami membakar makaroni tersebut  dan
bisa terlihat jelas bahwa makaroni tersebut dengan mudahnya terbakar




dan setelah dipadamkan pun asapnya jelas sekali berbau plastik gosong.


jadi, berhati-hatilah. Bahkan ngemil makanan dari warung yang kita percayapun ternyata tak seaman dugaan kita .

Comments

  1. menurut saya, waktu menggoreng makaroni ini, minyaknya yang dicampur plastik bekas bungkus minyak gorengnya. Soalnya, saya juga pernah makan pisang goreng yang ada plastiknya, dan saya perhatikan penjualnya (termasuk tetangga yang suka jual gorengan), kalau menggoreng makanan, plastik pembungkus minyak pun ikut ikut terogreng walau tidak seluruhnya. snegaja atau tidak, wallahua'lam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kemungkinan demikian mak. Plastik yang tak ikut terlarut itu nempel pada makaroni goreng tadi

      Delete
  2. ealaahh ngeri amat ini mak makasih sharingnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama :) Ngeri dan bikin kita harus ekstra hati-hati kalau pengen ngemil

      Delete
  3. ada apa ama org2 sekarang ini ya... :( kok jualan udh ga peduli ama org2 yg membeli produk mrk... yg dipikirin cuma profitnya aja -__-.. Bingung aku mba ama penjual2 ini... kok ya ga ada takutnya ama Tuhan toh ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu juga yang saya pikirkan. Berapa sih keuntungan yang didapat? Emang bisa dijadikan bekal untuk pulang ke kampung akhirat? *geleng2kepala

      Delete
  4. duh makanan plastik sedang hits banget
    btw kok putri mba langsung peka klo makaroninya plastik sebelum dibakar?
    apa ciri2nya?

    ReplyDelete
  5. dia nemu sisa plastiknya nempel ke dalam makaroni tersebut

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung ke blog ini, mohon maaf karena komentar akan dimoderasi dulu. Mohon ditunggu kunjungan balik saya ^__^

Popular posts from this blog

Investasi Cerdas untuk Masa Depan Cerah

“Kek Seno kenapa, Pa?” bisikku penasaran. Punggung pria tetangga depan rumah kami itu semakin menjauh. Mengiringi langkahnya yang terseok masuk kembali ke dalam rumahnya. Suamiku menghela napas berat, “Kasihan sekali Kek Seno, Ma. Dia kehilangan pekerjaannya di pabrik panci. Ada peremajaan karyawan, katanya.” “Iya sih. Aku sudah dengar kabar itu. Tapi kan Kek Seno, dapat pesangon dong!” Suamiku menggeleng. “Lho, masa enggak sih?

Bagaimana Mengajar Anak Menulis Cerita Anak 2

Dear moms, lanjut ya topik kita terkait bagaimana cara mengajar anak bagaimana menulis cerita fiksi. Mengajar anak menulis cerita anak bisa mudah dan bisa susah, itu semua tergantung pada mindset kita sebagai orangtua dan bekal apa yang sudah kita beri pada anak kita sejak mereka lahir.   Gak masalah kok walau kita hanya seorang ibu rumah tangga bukan seorang penulis. Selama kita punya keinginan mulia untuk mendidik anak kita bisa menulis cerita, insha Allah kita harus yakin bahwa semua niat baik akan dimudahkan Allah subhanahu wa ta’ala. Moms, berdasarkan pengalaman saya, modal yang paling utama itu adalah sabar dan konsisten. Dengan kesabaran dan kasih sayang maka anak akan merasa nyaman dan tidak merasa ‘dipaksa’.   ToMaSS dan ATA Berdasarkan pengalaman saya sebagai pengajar di kelas menulis untuk anak-anak usia sekolah dasar, saya kemudian berusaha menyederhanakan cara belajar menulis cerita fiksi untuk anak. Saya merumuskannya dalam dua “rumus” versi saya yaitu ToMaSS

Mengajar Anak Menulis Cerita Anak

Orang tua mana sih yang tak bangga jika anaknya punya kemampuan khusus hingga punya prestasi? Apalagi jika kemampuan tersebut tak dimiliki oleh semua anak atau unik. Salah satunya adalah kemampuan untuk menulis. Dalam hal ini, saya khusus membahas tentang menulis cerita anak yang masuk ke dalam ranah fiksi. Ada tiga kategori tulisan yang kita bisa kenali yaitu karya fiksi, non fiksi dan faksi yang merupakan campuran dari karya fiksi dan non fiksi alias fakta dan fiksi. Nah, kembali pada topik mengajar anak menulis cerita. Berdasarkan pengalaman saya mengajar anak-anak, termasuk anak sendiri, hal yang paling penting adalah tidak memaksa anak. Dianjurkan anak ikut kelas menulis atas keinginan sendiri. Sungguh beruntung jika anak tersebut sudah punya minat dan bakat. Tinggal terus berlatih dan banyak membaca sambil terus didampingi , maka insya Allah karya anak tersebut akan cepat berkembang ke arah yang lebih baik. Dilanjutkan dengan membekali anak dengan ilmu bagaim