Skip to main content

My Books, Love Asset, Kolaborasi 16 Perempuan










            "Wanita adalah ciptaan Tuhan yang kuat sekaligus lentur, sehingga mampu mencerahkan, mendidik dan memberdayakan dirinya, keluarganya dan lingkungan yang disentuhnya berubah menjadi lebih baik. Di dalam buku ini kita bisa mengambil energi untuk menjadi matahari diantara wanita. Buku ini bagaikan obat yang membuat kita dapat menikmati hidup dengan cara mengikuti langkah nyata wanita-wanita inspiratif ini...             Bersinarlah wanita Indonesia!"         

                                                Ir.Shahnaz Haque-Ramadhan




Love Asset di rak Buku Pilihan Gramedia






              "Sungguh suatu kebahagiaan bagi tunanetra seperti saya karena dapat ikut membaca dan memaknai Love Asset. Novel ini bahkan sanggup membangkitkan berbagai elemen emosi dalam diri saya. Sedih, bahagia, marah dan haru. Semua teramu jadi satu saat saya menghabiskan waktu tiga setengah jam untuk menamatkan novel ini tanpa henti. Maju terus Love Asset. Semoga karya ini segera menjelma 
ke bentuk lain, seperti film dan versi Braille bagi tunanetra."

                       Ramaditya Adikara-Penulis,trainer,dan blogger tunanetra Indonesia 
                                                           (www.ramaditya.com)



Comments

  1. hmm..baru tau ada novel ini. jadi penasaran. makasih mbak, blognya cantik...:-)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung ke blog ini, mohon maaf karena komentar akan dimoderasi dulu. Mohon ditunggu kunjungan balik saya ^__^

Popular posts from this blog

Investasi Cerdas untuk Masa Depan Cerah

“Kek Seno kenapa, Pa?” bisikku penasaran. Punggung pria tetangga depan rumah kami itu semakin menjauh. Mengiringi langkahnya yang terseok masuk kembali ke dalam rumahnya. Suamiku menghela napas berat, “Kasihan sekali Kek Seno, Ma. Dia kehilangan pekerjaannya di pabrik panci. Ada peremajaan karyawan, katanya.” “Iya sih. Aku sudah dengar kabar itu. Tapi kan Kek Seno, dapat pesangon dong!” Suamiku menggeleng. “Lho, masa enggak sih?

Mengajar Anak Menulis Cerita Anak

Orang tua mana sih yang tak bangga jika anaknya punya kemampuan khusus hingga punya prestasi? Apalagi jika kemampuan tersebut tak dimiliki oleh semua anak atau unik. Salah satunya adalah kemampuan untuk menulis. Dalam hal ini, saya khusus membahas tentang menulis cerita anak yang masuk ke dalam ranah fiksi. Ada tiga kategori tulisan yang kita bisa kenali yaitu karya fiksi, non fiksi dan faksi yang merupakan campuran dari karya fiksi dan non fiksi alias fakta dan fiksi. Nah, kembali pada topik mengajar anak menulis cerita. Berdasarkan pengalaman saya mengajar anak-anak, termasuk anak sendiri, hal yang paling penting adalah tidak memaksa anak. Dianjurkan anak ikut kelas menulis atas keinginan sendiri. Sungguh beruntung jika anak tersebut sudah punya minat dan bakat. Tinggal terus berlatih dan banyak membaca sambil terus didampingi , maka insya Allah karya anak tersebut akan cepat berkembang ke arah yang lebih baik. Dilanjutkan dengan membekali anak dengan ilmu bagaim

Asyiknya Seminar Ryan Filbert Bareng Tokopedia

Sudah lama juga nih, aku ga ikut seminar. Beruntung sekali ada undangan dari Tokopedia. Seminar ini tentang "Creating the Retirement of Your Dreams Emas VS Reksa Dana bersama Ryan Filbert. Pas banget aku harus menimba lebih banyak ilmu nih. Soalnya sebagai pekerja lepas, butuh banyak info nih bagaimana caranya bisa pensiun dengan layak di hari tua. Tapi aku ga akan membahas tentang sharing finansial Ryan dibaca rayyen ya. Soalnya beliau minta dipanggil rayyen bukan rian karena beliau bukan Ryan d Massiv atau Ryan lainnya. Okelah kalo begitu Mas Rayyen : D Nah, yang aku dapat dari silaturahmi berjejaring via seminar kali ini adalah: 1. Teman-teman baru. 2. Info-info seru info seru dan bermanfaat tentunya. 3. Bahagia bisa ngobrol  lepas dan berbagi info berguna. 4. Enjoying me time. 5. Waktu yang berkualitas. Yuk kita kulik satu persatu! Teman Teman Baru Hal paling menyenangkan saat datang ke sebuah acara adalah bertemu orang-orang yang sebelumnya kita belum pernah