Langsung ke konten utama

Jangan Anggap Remeh Perempuan Berdaster

image:kembarbatik.com

Ya, daster. Apalah arti sehelai daster yang harganya juga murah. Apalagi yang memakainya. 
Mungkin pola pikir seperti ini sudah melekat dalam benak sebagian besar orang. 
Memang masih banyak orang yang menilai seseorang dari penampilan luar semata.
Ada sebuah kisah di dalam Serial Film TV di Trans TV berjudul Seribu Kisah: Jangan Remehkan Isteri Berdaster.
Saat sang isteri sibuk dengan urusan sehari-hari di rumah. Setiap hari rutinitasnya adalah ngurusin anak-anak, suami dan tak sempat mengurus diri sendiri. Nyata banget kisah ini. Banyak kita jumpai dalam keseharian.
Jangan menilai buku dari covernya, tentu kamu pernah mendengar ungkapan bijak ini. Maksudnya adalah jangan menilai orang hanya dari penampilannya.
Apalagi menilai perempuan. Sejak zaman kuda makan rumput hingga kuda gigit besi yang namanya perempuan biasanya dinilai oleh kaum pria melalui penampakan luar saja.
Kamu mungkin pernah mengamati. Saya juga. Sejak masih di bangku sekolah dasar pun kalau saya amati para cowok lebih suka dengan cewek yang cantik, menarik dan bisa dandan. Cewek tomboy jatahnya hanya untuk jadi teman dan tidak akan mendapatkan perhatian lebih. Hehe..!

Jangan Anggap Remeh Perempuan Berdaster
Daster memang adem, apalagi yang bahan katun model batik. Daster udah kayak seragam kebangsaan para emak di rumah :P 
Kalau kotor mudah dicuci, cepat kering dan biasanya makin sering dipakai makin enak dibadan. 
Kalau di laman pencarian KBBI Daring, penjelasan kata 'Daster' adalah gaun yang sengaja dibuat longgar untuk dipakai di rumah.
Tapi sekarang yang pakai daster bukan hanya emak-emak saja. Para artis juga ada yang suka mengenakan daster. Emak-emak berdaster kalau dandan juga nggak kalah dengan artis.
So, jangan anggap remeh perempuan berdaster. ;)






Komentar

  1. kl lg di rumah, daster adalah pakaian plg passsss.... adem, tidak menghalangi gerak... dan tidak ngerti mengapa mesti meremehkan mereka yg berdaster?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ceritaku (My Story), Misteri Kunci Berbau Wangi

The Story Aira Kimberly
            “Ma, tolong buka pintu gerbangnya ya!” Papa menghentikan mobil persis di depan rumah. “Biar aku saja, Pa!” Andika melesat turun. “Kasihan Mama, kan, capek.” “Ini kuncinya,” Mama menyerahkan serangkaian kunci ke tangan Andika lewat jendela depan. Andika menerimanya lalu bergegas menuju ke gerbang. Rumah terlihat gelap karena lampu-lampu belum dihidupkan. Jalanan yang macet membuat mereka Pulang kemalaman dari acara  keluarga di puncak. Dalam kegelapan malam, tangan Andika meraba-raba mencari gembok. Tetapi aneh, gembok besar yang biasanya dengan mudah ditemukan, tidak ada! Andika merasa curiga. Dia mendorong pintu gerbang itu. “Tidak terkunci!” Andika berseru kaget melihat gerbang itu membuka dengan mudahnya. Mobil yang dikendarai Papa lalu masuk ke dalam halaman. “Trims, sayang!” ucap Mama. “Ma, Pa, sepertinya ada yang aneh, deh,” Andika berkata. “Apanya yang aneh, Dika?” tanya Mama. “Masa pintu gerbangnya enggak dikunci?” “Ah, masa?” Papa bergegas mengecek ke …

PELIT?

Seorang teman bilang,"Mbak Aira pelit!" Ucapan ini sungguh menyentak. Teman ini bilang kalau aku pelit berbagi. Pelit berbagi? Ah, masa sih? Selama ini aku merasa aku ini apalah. 2006 lalu, aku ini apalah saat ikutan gabung di pelataran masjid Salman ITB. Ngaririung bersama teman-teman FLP Bandung. 2007, aku ini apalah saat gabung dengan FLP Jakarta. Masih terkenang saat-saat menimba ilmu penulisan di pelataran masjid Amir Hamzah yang terkenal dengan 'mimazah.' Sayang, masjid ini sudah tak ada bekasnya lagi di Taman Ismail Marzuki.

Jadi Percaya Diri Ngantor dengan Derma Angel

Girls, Mungkin diantara kalian ada yang pernah mengalami masalah jerawat. Tau kan bagaimana galaunya jika si makluk kecil yang nggak imut ini muncul? Saat mau pakai bedak di depan cermin terlihat ada bentol merah di permukaan kulit wajah. Gimana bisa tampil cantik dan percaya diri  jika wajah  mulusmu bertotol jerawat!  *Arrgh.   image:pixabay My Story Kalau dipikir-pikir si jerawat ini jahat juga lho. Dia tak kenal situasi sehingga suka datang di saat yang tidak tepat. Halah.. kapan ya ada saat yang tepat buat nerima jerawat bertamu? Hahaha... Kali ini si jerawat datang menghampiri Fafa putriku. Udah tau si Fafa itu harus selalu dalam penampilan prima setiap hari karena dia kan kerja dan harus ketemu banyak orang di kantor. Tapi si jerawat ini, datang tanpa diundang. Dan entah kenapa dia paling suka mampir ke pipi chubby Fafa. So pastilah Fafa kesel bin mangkel. Baperan gara-gara jerawat bisa bikin mood rusak seharian padahal Fafa kan harus selalu ramah dan tersenyum pada para customer. Ke…