Langsung ke konten utama

My Passion My Career Tips Memilih Karir yang Pas


Semua orang dewasa pasti punya karir atau pekerjaan, selain yang memilih atau sedang menganggur tentunya ..hehe. Buktinya di KTP pun Ibu Rumah Tangga merupakan sebuah pekerjaan.
Nah, kembali ke pekerjaan atau karir, paling enak kalau bisa memiliki karir yang kita ada passion di sana. Jadi, meski kadang pas mengalami masa sulit karena passion kita ada di sana, kita tentu nggak akan dengan mudah melepaskannya.
Hmm.. jadi teringat kisahku sendiri terkait karir ini.

My Career, My Story
Mungkin nggak banyak yang tau kalau kisah perjalanan karirku pernah dimuat di sebuah buku bersama beberapa rekan lain yang awalnya nggak kenal. Ya, cuma satu yang aku kenal yaitu Nunik Utami Ambarsari yang sesama penghuni Paberland. Namun pertemuan di kantor KonsultanKarir  memperkenalkan kami satu sama lain dan malah akhirnya menjadi akrab  terus menjalin silaturahmi hingga sekarang. 
Berawal dari lomba yang diadakan oleh  Konsultan Karir tentang "Share your career story,"
aku mengirimkan karyaku tentang perubahan profesi yg aku jalani yaitu dari seorang penjahit ke penulis.
Bagi banyak orang mungkin ini hal yang biasa. Tapi pencapaian ini wonderful atau malah berupa sebuah keajaiban bagi diriku pribadi dan masih mimpi bahwa ternyata aku akhirnya sampai disini dan menjadi seorang penulis. Sebuah profesi yang aku impikan sejak kecil dulu. 
Ya, meski sebenarnya cita-citaaku saat SMA adalah menjadi seorang wartawan atau jurnalis, karena terkontaminasi jiwa muda yg suka bertualang dan tak kenal kata takut.
Tetapi setelah menikah dan punya empat anak, cita-citaku mau nggak mau juga harus mengalami penyesuaian.

So, begitulah awalnya.
Sebelumnya aku yang sibuk mengelola konveksi di sebuah kota kecil yg sejuk (selalu kurindukan saat kupergi merantau ^_^), aku melangkah menyeberang lautan dari pulau Sumatera menuju ke pulau Jawa guna menggapai cita-cita.
Alhamdulillah aku berhasil meraih cita-citaku menjadi penulis yg tak luput dari doa, perjuangan dan support dari Mama (alm), saudara/iku, teman-teman dan para guru yang tak terlihat (tak terlihat karena mereka adalah orang-orang yg mengajari murid-muridnya tanpa pamrih). Suatu saat nanti aku ingin menuliskan buku yang kudedikasikan khusus buat mereka, insyaallah.
Para guruku yang bisa dibilang my fairy godmother and fairy godfather, ibu peri dan para kurcaci paberland yang selalu penuh support dan cinta. I love u all! ^_^
So, here I am. Psst..aku masih belum sempat ngelist berapa sih sebenarnya judul-judul buku yg sudah kuhasilkan sejak mulai nulis hingga sekarang, apalagi sebagian besar sebagai ghostwriter atau penulis bayangan yang nggak boleh disebutkan nulis untuk siapa dan judulnya apa, tapi karir menulisku juga alhamdulillah berkembang. Awalnya menjadi ghostwriter, setelah itu menjadi penulis buku anak, setelah itu menulis buku non fiksi dan akhirnya sekarang menulis skenario. Apapun itu semua tetap kusuyukuri, semoga semua bisa menajdi bekal dan membawa kebaikan untuk semua. Aamiin yra.

Kamu Keren!
Nah, ini nih. Kalimat kamu keren ini kadang menjadi beban. Karena nggak semua hal bisa terjadi secara instan seperti jika kita mau makan mie instan. Tinggal didihkan air, masukin mie, aduk dengan bumbu dan siap deh untuk disantap. 
Jadi, jika kamu lihat seorang bisa melakukan sesuatu dengan keren, yakinlah bahwa dia sudah melalui pahit manis jalan mendaki dan menurun sebelumnya.
Dan prosesnya juga nggak selalu cepat. Kadang lammaa...dan melelahkan...dan bahkan bikin frustrasi.
Tapi kembali lagi ke topik sebelumnya. Passion. Jika kamu punya passion disitu, yakin deh kamu pasti bisa meraih karir impianmu.
Ini ceritaku tentang karir impianku. Hayo, bagaimana ceritamu? ^_^

Komentar

  1. keren nih! wartawan, jurnalis, sama penulis memang ga jauh beda :)
    selamat ya mbak.. akhirnya cita2 menjadi kenyataan :) sha masih bingung sama passion diri sendiri :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau menurutku passion itu adalah sesuatu hal/kerjaan yang kalau kita kerjakan bikin kita bahagia meski tanpa pamrih. Pasti kamu punya, coba di cek lagi ;)

      Hapus
  2. iya, saat mengejar karir impian bisa diserang kejenuhan but when you loves what you do, semangat akan muncul kembali :) Kamu keren mbak :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ceritaku (My Story), Misteri Kunci Berbau Wangi

The Story Aira Kimberly
            “Ma, tolong buka pintu gerbangnya ya!” Papa menghentikan mobil persis di depan rumah. “Biar aku saja, Pa!” Andika melesat turun. “Kasihan Mama, kan, capek.” “Ini kuncinya,” Mama menyerahkan serangkaian kunci ke tangan Andika lewat jendela depan. Andika menerimanya lalu bergegas menuju ke gerbang. Rumah terlihat gelap karena lampu-lampu belum dihidupkan. Jalanan yang macet membuat mereka Pulang kemalaman dari acara  keluarga di puncak. Dalam kegelapan malam, tangan Andika meraba-raba mencari gembok. Tetapi aneh, gembok besar yang biasanya dengan mudah ditemukan, tidak ada! Andika merasa curiga. Dia mendorong pintu gerbang itu. “Tidak terkunci!” Andika berseru kaget melihat gerbang itu membuka dengan mudahnya. Mobil yang dikendarai Papa lalu masuk ke dalam halaman. “Trims, sayang!” ucap Mama. “Ma, Pa, sepertinya ada yang aneh, deh,” Andika berkata. “Apanya yang aneh, Dika?” tanya Mama. “Masa pintu gerbangnya enggak dikunci?” “Ah, masa?” Papa bergegas mengecek ke …

Jadi Percaya Diri Ngantor dengan Derma Angel

Girls, Mungkin diantara kalian ada yang pernah mengalami masalah jerawat. Tau kan bagaimana galaunya jika si makluk kecil yang nggak imut ini muncul? Saat mau pakai bedak di depan cermin terlihat ada bentol merah di permukaan kulit wajah. Gimana bisa tampil cantik dan percaya diri  jika wajah  mulusmu bertotol jerawat!  *Arrgh.   image:pixabay My Story Kalau dipikir-pikir si jerawat ini jahat juga lho. Dia tak kenal situasi sehingga suka datang di saat yang tidak tepat. Halah.. kapan ya ada saat yang tepat buat nerima jerawat bertamu? Hahaha... Kali ini si jerawat datang menghampiri Fafa putriku. Udah tau si Fafa itu harus selalu dalam penampilan prima setiap hari karena dia kan kerja dan harus ketemu banyak orang di kantor. Tapi si jerawat ini, datang tanpa diundang. Dan entah kenapa dia paling suka mampir ke pipi chubby Fafa. So pastilah Fafa kesel bin mangkel. Baperan gara-gara jerawat bisa bikin mood rusak seharian padahal Fafa kan harus selalu ramah dan tersenyum pada para customer. Ke…

PELIT?

Seorang teman bilang,"Mbak Aira pelit!" Ucapan ini sungguh menyentak. Teman ini bilang kalau aku pelit berbagi. Pelit berbagi? Ah, masa sih? Selama ini aku merasa aku ini apalah. 2006 lalu, aku ini apalah saat ikutan gabung di pelataran masjid Salman ITB. Ngaririung bersama teman-teman FLP Bandung. 2007, aku ini apalah saat gabung dengan FLP Jakarta. Masih terkenang saat-saat menimba ilmu penulisan di pelataran masjid Amir Hamzah yang terkenal dengan 'mimazah.' Sayang, masjid ini sudah tak ada bekasnya lagi di Taman Ismail Marzuki.