Langsung ke konten utama

Dongeng Fabel Nusantara Bertutur Kuji Si Baik Hati





Dongeng Fabel Nusantara Bertutur Kuji Si Baik Hati ini merupakan salah satu cerita anak yang pernah kutulis. Buku seri pertama hasil kerjasama Nusantara Bertutur dan Kompas Klasika ini berisi 11 naskah pilihan hasil seleksi pihak penerbit.
Menyenangkan sekali kembal
i bersanding dengan sejumlah penulis cerita anak yang hebat-hebat di dalam buku ini. Mereka antara lain Nelfi Syafrina, Kang Acep, Yudi Suharso, Fita Chakra, Rita Agustina,Anisa Widiyarti, Bambang Irwanto, Debar Sekar Pratiwi dan Wylvera W ^__^



Dongeng Fabel Nusantara Bertutur Kuji Si Baik Hati ini bisa kamu dapatkan di toko buku Gramedia atau langsung menghubungi Fan Page Nusantara Bertutur via Facebook. Selamat membaca! ^__^


Komentar

  1. Mba keren bgt sihhhh.. Secara aku gak pernah sm sekali nulis cerita apalagi di muat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mbak, mulai nulisnya dan kirim deh ke media atau penerbit ;)

      Hapus
  2. Wahhhh selain dongeng aku juga suka fabel
    Apalagi yg bergambar gini
    Aku suka yg pesan moral tuk anak anak maupun orang dewasa yg baca bisa tersampaikan dg cara yg mudah tp elegan mb

    BalasHapus
  3. Subhanallah keren mbaa..
    Selalu salut dengab prnulis buku anak..
    Keep berkarya ya mba :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ceritaku (My Story), Misteri Kunci Berbau Wangi

The Story Aira Kimberly
            “Ma, tolong buka pintu gerbangnya ya!” Papa menghentikan mobil persis di depan rumah. “Biar aku saja, Pa!” Andika melesat turun. “Kasihan Mama, kan, capek.” “Ini kuncinya,” Mama menyerahkan serangkaian kunci ke tangan Andika lewat jendela depan. Andika menerimanya lalu bergegas menuju ke gerbang. Rumah terlihat gelap karena lampu-lampu belum dihidupkan. Jalanan yang macet membuat mereka Pulang kemalaman dari acara  keluarga di puncak. Dalam kegelapan malam, tangan Andika meraba-raba mencari gembok. Tetapi aneh, gembok besar yang biasanya dengan mudah ditemukan, tidak ada! Andika merasa curiga. Dia mendorong pintu gerbang itu. “Tidak terkunci!” Andika berseru kaget melihat gerbang itu membuka dengan mudahnya. Mobil yang dikendarai Papa lalu masuk ke dalam halaman. “Trims, sayang!” ucap Mama. “Ma, Pa, sepertinya ada yang aneh, deh,” Andika berkata. “Apanya yang aneh, Dika?” tanya Mama. “Masa pintu gerbangnya enggak dikunci?” “Ah, masa?” Papa bergegas mengecek ke …

PELIT?

Seorang teman bilang,"Mbak Aira pelit!" Ucapan ini sungguh menyentak. Teman ini bilang kalau aku pelit berbagi. Pelit berbagi? Ah, masa sih? Selama ini aku merasa aku ini apalah. 2006 lalu, aku ini apalah saat ikutan gabung di pelataran masjid Salman ITB. Ngaririung bersama teman-teman FLP Bandung. 2007, aku ini apalah saat gabung dengan FLP Jakarta. Masih terkenang saat-saat menimba ilmu penulisan di pelataran masjid Amir Hamzah yang terkenal dengan 'mimazah.' Sayang, masjid ini sudah tak ada bekasnya lagi di Taman Ismail Marzuki.

Jadi Percaya Diri Ngantor dengan Derma Angel

Girls, Mungkin diantara kalian ada yang pernah mengalami masalah jerawat. Tau kan bagaimana galaunya jika si makluk kecil yang nggak imut ini muncul? Saat mau pakai bedak di depan cermin terlihat ada bentol merah di permukaan kulit wajah. Gimana bisa tampil cantik dan percaya diri  jika wajah  mulusmu bertotol jerawat!  *Arrgh.   image:pixabay My Story Kalau dipikir-pikir si jerawat ini jahat juga lho. Dia tak kenal situasi sehingga suka datang di saat yang tidak tepat. Halah.. kapan ya ada saat yang tepat buat nerima jerawat bertamu? Hahaha... Kali ini si jerawat datang menghampiri Fafa putriku. Udah tau si Fafa itu harus selalu dalam penampilan prima setiap hari karena dia kan kerja dan harus ketemu banyak orang di kantor. Tapi si jerawat ini, datang tanpa diundang. Dan entah kenapa dia paling suka mampir ke pipi chubby Fafa. So pastilah Fafa kesel bin mangkel. Baperan gara-gara jerawat bisa bikin mood rusak seharian padahal Fafa kan harus selalu ramah dan tersenyum pada para customer. Ke…