Langsung ke konten utama

Tempe Pedas Manis, Mudah, Sehat dan Murah Meriah ^__^

"Pagi ini Bunda, mau ke pasar ga?" Gie menghampiri.
"Emang kenapa, Gie?" Bun yang lagi suntuk di depan kompi sejak subuh balik nanya.
"Masak Tempe pedas Manis, dong Bun!" rengek Gie penuh harap.
"Lha, bukannya kemarin udah makan dengan Tempe Pedas Manis? Hari sebelumnya juga. Gak bosan apa?"
"Ya, enggak bakalan bosan Bun, " tegas Gie mantap. "Apalagi kalau yang masak Bunda,"rayunya.
Ahay! Kecil-kecil sudah pintar merayu nih bocah. Bunda hanya bisa geleng kepala. 
Yauda. Si kompi tak sleep dulu. Bunda meraih kerudung tinggal sorongnya.
"Yuk, ikut!"
"Hurray!" Gie bersorak riang mengikuti langkah Bun menuju ke pasar.
Ga nyampe sepuluh menit, mereka pun sudah siap tempur di dapur.
Mau ikutan? Gampang.


Tinggal sediakan : 
1. Satu papan tempe yang dipotong dadu ukuran 1x1 cm.
2.Tiga buah cabe merah keriting plus dua bawang merah diulek halus.
3.Satu setengah bongkah gula merah diriis halus.
4.Dua lembar daun jeruk.
5. Air putih dan garam secukupnya

Cara memasaknya:
Goreng tempe yang sudah dipotong dadu dalam minyak panas. Angkat dan tiriskan. Tumis cabe dan bawang merah ulek tadi dengan satu sendok minyak goreng. Masukkan daun jeruk. Setelah harum, masukkan irisan gula merah, beri satu sendok makan air putih, aduk rata. Apinya kecilin dikit dan terus aduk sampai gula merahnya kental. Matikan api kompor. Masukin tempe goreng dan aduk cepat sampai rata. Tempe pedas manis siap dinikmati.

tempe pedas manis


Yummy!^__^

Komentar

  1. menarik... pake gula merah :) Kl pake gula biasa apakah rasanya jadi lain banget atau gimana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau pakai gula biasa bisa tapi rasanya dan tekstur akan beda mb Ria :)

      Hapus
  2. Owhhh... tempe dimasak begini emang syurgaaaa..... aku juga suka mbak :) Dan ini juga kesukaan suamiku.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ceritaku (My Story), Misteri Kunci Berbau Wangi

The Story Aira Kimberly
            “Ma, tolong buka pintu gerbangnya ya!” Papa menghentikan mobil persis di depan rumah. “Biar aku saja, Pa!” Andika melesat turun. “Kasihan Mama, kan, capek.” “Ini kuncinya,” Mama menyerahkan serangkaian kunci ke tangan Andika lewat jendela depan. Andika menerimanya lalu bergegas menuju ke gerbang. Rumah terlihat gelap karena lampu-lampu belum dihidupkan. Jalanan yang macet membuat mereka Pulang kemalaman dari acara  keluarga di puncak. Dalam kegelapan malam, tangan Andika meraba-raba mencari gembok. Tetapi aneh, gembok besar yang biasanya dengan mudah ditemukan, tidak ada! Andika merasa curiga. Dia mendorong pintu gerbang itu. “Tidak terkunci!” Andika berseru kaget melihat gerbang itu membuka dengan mudahnya. Mobil yang dikendarai Papa lalu masuk ke dalam halaman. “Trims, sayang!” ucap Mama. “Ma, Pa, sepertinya ada yang aneh, deh,” Andika berkata. “Apanya yang aneh, Dika?” tanya Mama. “Masa pintu gerbangnya enggak dikunci?” “Ah, masa?” Papa bergegas mengecek ke …

PELIT?

Seorang teman bilang,"Mbak Aira pelit!" Ucapan ini sungguh menyentak. Teman ini bilang kalau aku pelit berbagi. Pelit berbagi? Ah, masa sih? Selama ini aku merasa aku ini apalah. 2006 lalu, aku ini apalah saat ikutan gabung di pelataran masjid Salman ITB. Ngaririung bersama teman-teman FLP Bandung. 2007, aku ini apalah saat gabung dengan FLP Jakarta. Masih terkenang saat-saat menimba ilmu penulisan di pelataran masjid Amir Hamzah yang terkenal dengan 'mimazah.' Sayang, masjid ini sudah tak ada bekasnya lagi di Taman Ismail Marzuki.

Jadi Percaya Diri Ngantor dengan Derma Angel

Girls, Mungkin diantara kalian ada yang pernah mengalami masalah jerawat. Tau kan bagaimana galaunya jika si makluk kecil yang nggak imut ini muncul? Saat mau pakai bedak di depan cermin terlihat ada bentol merah di permukaan kulit wajah. Gimana bisa tampil cantik dan percaya diri  jika wajah  mulusmu bertotol jerawat!  *Arrgh.   image:pixabay My Story Kalau dipikir-pikir si jerawat ini jahat juga lho. Dia tak kenal situasi sehingga suka datang di saat yang tidak tepat. Halah.. kapan ya ada saat yang tepat buat nerima jerawat bertamu? Hahaha... Kali ini si jerawat datang menghampiri Fafa putriku. Udah tau si Fafa itu harus selalu dalam penampilan prima setiap hari karena dia kan kerja dan harus ketemu banyak orang di kantor. Tapi si jerawat ini, datang tanpa diundang. Dan entah kenapa dia paling suka mampir ke pipi chubby Fafa. So pastilah Fafa kesel bin mangkel. Baperan gara-gara jerawat bisa bikin mood rusak seharian padahal Fafa kan harus selalu ramah dan tersenyum pada para customer. Ke…