Langsung ke konten utama

Si Tomat yang Suka Memberi

"Sedihnyaa...'" ujar Hana. 
"Apanya yang sedih?" Aiko bertanya tak mengerti. Dari tadi dia lihat Hana asyik dengan tab di tangannya. 
"Lihat ini ..." Hana menggamit Aiko untuk mendekat.
Hana memperlihatkan layar tab di genggamannya ke arah Aiko.
"Para petani marah, mereka membuang semua tomat hasil panenan mereka ke jalanan," Aiko membaca sekilas.
Kedua anak itu saling berpandangan. 
"Menakutkan! Bukankah itu kufur nikmat namanya?" tanya Aiko.
"Mereka sudah diberi rezeki berupa panenan tomat yang mellimpah tapi malah membuangnya ke jalanan. Mubazir!"
"Ya. Tapi itu kan karena mereka kesal sebab harga tomat jatuh. Para petani  kan sudah capek menanam tomat tapi mereka malah tidak bisa menjualnya dengan harga yang pantas."
"Tapi tetep saja, mereka tidak bersyukur namanya," tegas Aiko.
"Tetep, kita liat dulu situasi dan kondisinya bagaimana," Hana mendebat.
"Aduh, duh! Pagi-pagi sudah rame diskusi tentang situasi dan kondisi?" Mama datang dari arah dapur. "Ayo ke dapur bantuin Mama, mumpung masih libur ini."
"Bantuin apa, Ma?" Kedua  gadis kecil itu sigap bangkit. Mereka mengikuti Mama masuk ke dapur.
"Ayo lihat, Mama borong apa dari pasar?" Mama menunjuk ke tumpukan berwarna merah di atas meja.
"Tomat!" Aiko dan Hana berseru serempak.
"Yaa, mumpung harga tomat lagi murah,| Mama nyengir. "Hayuk kita bikin selai tomat! 
Kalian tau kan betapa dahsyatnya manfaat tomat untuk kesehatan?"
Hana dan Aiko mengangkat bahu.
"Kyaa!" Mama geleng-geleng kepala. 
"Tomat itu kaya vitamin A untuk kesehatan mata, tomat juga mengandung vitamin C untuk kesehatan kulit dan gusi, ada vitamin K, ada juga kalium di dalamnya. Truss, ada  folat serta thiamin, niacin  plus vitamin B6 dan sejumlah mineral penting lainnya," jelas Mama penuh semangat.

pic by 3bp.blogspot.com



Selai Tomat 
"Ayo, bantuin Mama cuci semua tomat ini. Setelah itu dibagi dua. Separuh untuk selai, separuh lagi untuk saos sambel tomat," suruh Mama.
"Wow! Mau dong selai tomat!" air liur Aiko hampir menetes membayangkan roti berselai merah cerah. 
"Hmm, yummy!"
"Timbang dan ambil sebanyak satu kilogram saja tomatnya,Hana," perintah Mama.
"Aiko, tolong ambilkan gula pasir di lemari."
Mama menyiapkan  3 buah jeruk nipis, garam halus dan air putih di dalam gelas.
Setelah dicuci dan ditiriskan, tomat kemudian dipotong-potong dan dibersihkan dari bijinya. Daging tomat lalu dikumpulkan. Mama kemudian memeras jeruk nipis dan mengambil airnya. Jeruk nipisnya dibelah dulu sebelum diperas.
Tomatnya kemudian dimasukkan ke dalam blender dan diberi sedikit air putih. Tomat diblender sampai halus lalu dimasukkan ke dalam  wajan. Setelah tomat dituangkan ke dalam wajan, api lalu dinyalakan.
"Kecil saja," ucap Mama. "Jangan terlalu besar apinya."
Hana ikut membantu mengaduk dengan sendok kayu bertangkai panjang. Sembari Hana mengaduk, Mama memasukkan gula pasirnya. Setelah adonan selai tomat mulai mengental, Mama memasukkan air jeruk nipis tadi. 
"Kenapa harus diberi air jeruk nipis, Ma?" tanya Aiko.
"Air jeruk nipis berguna sebagai pemberi rasa asam," jelas Mama sembari memasukkan garam halus.
"Aduk terus, Hana, sebentar lagi kadar airnya akan semakin berkurang," suruh Mama.
"Hana mengaduk dengan penuh semangat. dia bahkan tak mau memberikan kesempatan kepada Aiko untuk ikut mengaduk."
"Nanti, Aiko gilirannya pas bikin saos sambel tomat ya!" bujuk Mama.
"Oke, Ma!"Aiko menabik.





                                                             pic by tribunnews.com

Saos Sambel Tomat
Proses pembuatan saos sambel tomat juga cukup simpel. Satu kilogram tomat segar yang sudah dicuci bersih disiapkan. Kemudian setengah kilogram cabe merah besar juga disiapkan. Tak ketinggalan garam, gula, natrium benzoat dan air putih. Komposisinya ialah gula pasir 10 gram, garam 10 gram, natrium benzoat 1 gram, dan air putih secukupnya. 
Cabe dan tomat yang sudah  dicuci sampai bersih lalu dikukus. 
"Gak usah lama-lama. Cukup lima menit saja," Mama mengingatkan. 
"Lha, gak langsung diblender aja, Ma?" tanya Aiko heran.
"Enggak," Mama menggeleng. Dikukus ini, tujuannya adalah supaya kita mudah mengupas kulit tomatnya. Proses ini disebut juga blanching," jelas Mama.
"Gunanya buat apa, Ma?" tanya Aiko.
"Supaya nanti warna saos sambelnya akan tetap cerah. Dan juga bisa menghentikan aktifitas enzim yang bisa merusak saos tomat tadi," Mama menjawab. 
Setelah semua tomat dikupas lalu diblender. Cabenya juga dimasukkan ke dalam blender. Bumbu-bumbu  dihaluskan oleh Mama dengan menggunakan cobek. Bumbu ini  kemudian dicampur dengan tomat dan cabai yang sudah dihaluskan tadi. Semua bahan kemudian dimasak di dalam wajan hingga bahan saos mengental.
"Nanti setelah saos tomat ini dingin, baru kita pindahkan ke dalam botol untuk disimpan," Mama memberi tahu.
"Oh iya ya, Ma. Kok saos tomat Mama beda warnanya dengan saos tomat yang dipakai abang-abang penjual makanan di pinggir jalan?" Aiko baru menyadari hal tersebut.
"Ya, iyalah, ini kan saos tomat asli sayang! Sementara saos tomat yang di jalanan itu kan diragukan keasliannya. Hal itu bisa dilihat dari warna, kekentalan dan rasanya."
"Eh, bener juga," Aiko dan Hana manggut-manggut setuju.
"Jadi, sebaiknya kalian berhati-hati saat jajan di sekolah. Inginnya kenyang dan sehat malah dapat penyakit kaena mengosumsi mkanan yang tidak sehat," Mama menasehati. 
"Andai saja, tomat-tomat yang dibuang di jalanan tadi diberikan pada abang-abang yang dagang di sekolahan ya. Mereka pasti bisa mengolahnya menjadi saos tomat," harap Hana dan Aiko
  

























Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ceritaku (My Story), Misteri Kunci Berbau Wangi

The Story Aira Kimberly
            “Ma, tolong buka pintu gerbangnya ya!” Papa menghentikan mobil persis di depan rumah. “Biar aku saja, Pa!” Andika melesat turun. “Kasihan Mama, kan, capek.” “Ini kuncinya,” Mama menyerahkan serangkaian kunci ke tangan Andika lewat jendela depan. Andika menerimanya lalu bergegas menuju ke gerbang. Rumah terlihat gelap karena lampu-lampu belum dihidupkan. Jalanan yang macet membuat mereka Pulang kemalaman dari acara  keluarga di puncak. Dalam kegelapan malam, tangan Andika meraba-raba mencari gembok. Tetapi aneh, gembok besar yang biasanya dengan mudah ditemukan, tidak ada! Andika merasa curiga. Dia mendorong pintu gerbang itu. “Tidak terkunci!” Andika berseru kaget melihat gerbang itu membuka dengan mudahnya. Mobil yang dikendarai Papa lalu masuk ke dalam halaman. “Trims, sayang!” ucap Mama. “Ma, Pa, sepertinya ada yang aneh, deh,” Andika berkata. “Apanya yang aneh, Dika?” tanya Mama. “Masa pintu gerbangnya enggak dikunci?” “Ah, masa?” Papa bergegas mengecek ke …

PELIT?

Seorang teman bilang,"Mbak Aira pelit!" Ucapan ini sungguh menyentak. Teman ini bilang kalau aku pelit berbagi. Pelit berbagi? Ah, masa sih? Selama ini aku merasa aku ini apalah. 2006 lalu, aku ini apalah saat ikutan gabung di pelataran masjid Salman ITB. Ngaririung bersama teman-teman FLP Bandung. 2007, aku ini apalah saat gabung dengan FLP Jakarta. Masih terkenang saat-saat menimba ilmu penulisan di pelataran masjid Amir Hamzah yang terkenal dengan 'mimazah.' Sayang, masjid ini sudah tak ada bekasnya lagi di Taman Ismail Marzuki.

Jadi Percaya Diri Ngantor dengan Derma Angel

Girls, Mungkin diantara kalian ada yang pernah mengalami masalah jerawat. Tau kan bagaimana galaunya jika si makluk kecil yang nggak imut ini muncul? Saat mau pakai bedak di depan cermin terlihat ada bentol merah di permukaan kulit wajah. Gimana bisa tampil cantik dan percaya diri  jika wajah  mulusmu bertotol jerawat!  *Arrgh.   image:pixabay My Story Kalau dipikir-pikir si jerawat ini jahat juga lho. Dia tak kenal situasi sehingga suka datang di saat yang tidak tepat. Halah.. kapan ya ada saat yang tepat buat nerima jerawat bertamu? Hahaha... Kali ini si jerawat datang menghampiri Fafa putriku. Udah tau si Fafa itu harus selalu dalam penampilan prima setiap hari karena dia kan kerja dan harus ketemu banyak orang di kantor. Tapi si jerawat ini, datang tanpa diundang. Dan entah kenapa dia paling suka mampir ke pipi chubby Fafa. So pastilah Fafa kesel bin mangkel. Baperan gara-gara jerawat bisa bikin mood rusak seharian padahal Fafa kan harus selalu ramah dan tersenyum pada para customer. Ke…