Langsung ke konten utama

Memburu Penjahat di Kaki Tiga Anak Police Station Kidzania


 “Wah, keren sekali! Kalian pada mau kemana sih?” Ado terkagum memandangi para sepupunya yang sudah rapi pagi itu.
“Lha, kamu ga ikut Do? tanya Rani. Kamu lupa apa?”
“Ikut? Ikut kemana?” Ado garuk-garuk kepala, bingung.
“Dasar pikun, kan kita mau pergi ke Kidzania,” Om Leo menjitak lembut kepala Ado.
“Kyaa! Ado lupa! Tungguin Ado! Ado mau mandi bentar!” Ado langsung berlari masuk ke kamar mandi.
“Hmm..,” Rani hanya bisa geleng kepala. Sementara para sepupunya pada nyengir. Ado memang dikenal  pelupa.
“Ayo sarapan dulu anak-anak,” Tante Ima datang dari arah ruang makan. “Bermain akan lebih seru jika perut sudah terisi.”
Tanpa disuruh dua kali, para sepupu Rani  yang sedang berlibur di Jakarta itu langsung menyerbu ruangan makan.
Rani senang sekali karena pada liburan kali ini, semua sepupunya  bisa berkumpul di rumahnya. Ada Aiko  dan Hana dari Jepang, Keri dan Riki dari Surabaya, Ado dari Semarang, dan Ida dari Padang.
Om Leo menyusul masuk ke ruang makan dan ikut sarapan bersama mereka.
Tak lama kemudian Ado pun bergabung.
“Kenapa harus sarapan segala, Ma? Kan di Kidzania sudah ada sepuluh gerai makanan?” Rani membenarkan letak kacamata minusnya.
“Memang, tapi kemungkinan besar kalian akan lupa makan karena keasyikan bermain,” mamanya menjawab.
“Ah, ga mungkin Tante. Aku pasti akan sering merasa lapar kalau kebanyakan bergerak, “pungkas Ado.
“Hahaha!”  sepupunya pada tertawa semua. Dasar Ado gembul!
“Jangan khawatir Ado, kamu tetap bisa makan kok di Kidzania nanti,” Tante Ima mengerdipkan matanya.
“Lho, Ida. Kok ga dihabiskan makanannya?” tanya Om Leo.
“Aku sariawan, lihat bibirku sampai kering dan pecah-pecah nih. Jadinya makan ga berasa enak,” jelas Ida.
“Wah, harus minum larutan penyegar tuh,” saran Rani. “Nanti kamu akan dapatkan larutan Cap Kaki Tiga Anak di Kidzania.
“Lho, di Kidzania emangnya ada  Cap Kaki Tiga Anak? tanya Riki heran
Rani hanya mengerdipkan matanya.
Selesai makan, anak-anak langsung masuk ke dalam mobil. Tak lama, mereka pun meluncur membelah kota Jakarta menuju ke kawasan SCBD atau dikenal juga dengan nama  Kawasan Niaga Sudirman. Disinilah Kidzania berlokasi, tepatnya di Pacific Place shopping Mall lantai 6. Jalan Jendral Sudirman kavling 52-53 Jakarta.
Setelah parker di tempat parkiran dengan aman. Rombongan itu menaiki lift menuju lantai 6.
“Setelah masuk nanti, jangan lupa untuk mencoba establishment baru. Ini dukungan PT Kino Indonesia untuk Kidzania, lho!” Om Leo mengingatkan anak-anak.
“Wow! Ada establishment baru, Om?” Mata anak-anak langsung berbinar.
“Ya, establishment Kaki Tiga Anak Police Station. Aku sudah coba, seru lho!” Rani menjelaskan.
“Aku mau coba ah, kita kesana dulu yuk!” ajak Ado.
Mereka memasuki kota Kidzania yang dibangun berbentuk replika sebuah kota sebenarnya. Ada jalan raya, supermarket, rumah sakit, pabrik, salon, teater, dan sejumlah bangunan lain yang dibangun persis seperti sebuah kota. Kidzania adalah sebuah kota- nya anak-anak. Karena disini yang diutamakan adalah unsur hiburan dan pendidikan atau lebih dikenal dengan edutainment.


“Wow! Keren sekali kantor polisinya!” Ado terkagum-kagum. Aku sudah lama ingin menjadi polisi.”
Tanpa tunggu lebih lama, anak-anak itu berbaris dengan rapi bersiap untuk melakukan tugasnya sebagai polisi di Kaki Tiga Anak Police Station. Masing-masing kemudian mengenakan seragam polisi dan mendengarkan briefing.
Wah, ternyata tugas polisi di Kidzania sangat menantang! Mereka harus menangkap seorang penjahat yang telah mencuri resep ramuan rahasia Cap Kaki Tiga Anak. Hal ini tak boleh dibiarkan begitu saja!
Aiko, Hana, Keri, Riki,Ado,Ida dan Rani mulai  melakukan penyelidikan. Tahap awal adalah mengumpulkan clue. Dari semua clue atau petunjuk yang dikumpulkan ini lalu dilakukan analisa. Hingga kemudian berdasarkan analisa ini, para polisi cilik ini kemudian berhasil menemukan tempat persembunyian si penjahat dan kemudian menangkapnya! Ya,  si penjahat berhasil ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara.
“Wah, menjadi polisi ternyata seru juga ya!” tegas Ado seraya menyeka keringatnya. “Aku sampai kelelahan begini.”
“Nah, biar kamu bugar kembali, minum ini,” Rani menyodorkan sebuah minuman kaleng.



“Apa ini?”
“Ini Cap Kaki Tiga Anak,” jelas Rani.
“Segarnya!” Ado menghabiskannya dalam sekejap!
“Ado! Bagi-bagi dong! Aku juga mau!” Hana berseru.
“Jangan khawatir, masih banyak nih,” hibur Rani. “Mau rasa apa? Ada rasa leci, jeruk, stroberi dan ada yang plain.”
Hana memilih Cap Kaki Tiga Anak rasa jeruk, buah yang sangat disukainya. Adiknya Aiko memilih Cap Kaki Tiga Anak rasa leci, selain karena rasa buah lecinya, Aiko juga suka gambar Donal Duck yang ada di kalengnya. Hihi.. pada belum tau ya kalau Aiko itu fansnya Donal si  bebek cerewet.
 Si kembar Riki dan Keri memiliki selera yang sama. Mereka memilih Cap Kaki Tiga Anak  plain.
Sedangkan Rani memilih Cap Kaki Tiga Anak rasa stroberi.
“Lho, Om dan Tante kok ikutan minum Cap Kaki Tiga Anak juga?” tanya Ado heran.
“Lha, iyalah. Om dan Tante kan juga ingin menurunkan suhu tubuh yang meningkat karena kecapean mengikuti kalian,” jelas Om Leo nyengir lebar.
“Kandungan apa  sih di dalam Cap Kaki Tiga Anak yang bisa bikin panas dalam reda?” tanya Ida.
“Cap Kaki Tiga Anak ini mengandung Gypsum Fibrosum dan calcitum. Bahan-bahan alami yang bekerja efektif meredakan panas dalam dan gejala-gejala lainnya. Seperti  bibir pecah-pecah, sariawan, susah buang air besar dan tenggorokan kering,” Tante Ima menjelaskan.
“Sekarang kita siap berpetualang di Kidzania. Kaii!” anak-anak berseru penuh semangat.


Komentar

  1. Saya belum pernah ke Kidzania ^^
    Baru tau malah ada cap Kaki Tiga Anak :)

    btw, salam kenal ya, mbak. Mau saling follow kah? Saya follow ya blognya ^^

    www.noniq.co

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga noniq. dah saya follback ya ^__^

      Hapus
  2. Aaahhh aku jadi ingin bawa anak ku ke kidzania untuk main main.. Seperti nya tempat ini seru untuk main dan edukasi anak.. Tapi kalau aku gak mau kasih cap kaki tiga untuk anak ku, mungkin setelah dia remaja saja.. Hehheehe..

    Http://beautyasti1.blogspot.com

    BalasHapus
  3. Setiap kali baca postingan tentang Kidzania bikin aku pengen bawa anakku kesana. Kalau ke Jakarta pengen banget bawa anak2 kemari. Seru banget ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak, yang paling seru sih anak-anaknya. para ibu hanya bisa nungguin doang :D

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ceritaku (My Story), Misteri Kunci Berbau Wangi

The Story Aira Kimberly
            “Ma, tolong buka pintu gerbangnya ya!” Papa menghentikan mobil persis di depan rumah. “Biar aku saja, Pa!” Andika melesat turun. “Kasihan Mama, kan, capek.” “Ini kuncinya,” Mama menyerahkan serangkaian kunci ke tangan Andika lewat jendela depan. Andika menerimanya lalu bergegas menuju ke gerbang. Rumah terlihat gelap karena lampu-lampu belum dihidupkan. Jalanan yang macet membuat mereka Pulang kemalaman dari acara  keluarga di puncak. Dalam kegelapan malam, tangan Andika meraba-raba mencari gembok. Tetapi aneh, gembok besar yang biasanya dengan mudah ditemukan, tidak ada! Andika merasa curiga. Dia mendorong pintu gerbang itu. “Tidak terkunci!” Andika berseru kaget melihat gerbang itu membuka dengan mudahnya. Mobil yang dikendarai Papa lalu masuk ke dalam halaman. “Trims, sayang!” ucap Mama. “Ma, Pa, sepertinya ada yang aneh, deh,” Andika berkata. “Apanya yang aneh, Dika?” tanya Mama. “Masa pintu gerbangnya enggak dikunci?” “Ah, masa?” Papa bergegas mengecek ke …

PELIT?

Seorang teman bilang,"Mbak Aira pelit!" Ucapan ini sungguh menyentak. Teman ini bilang kalau aku pelit berbagi. Pelit berbagi? Ah, masa sih? Selama ini aku merasa aku ini apalah. 2006 lalu, aku ini apalah saat ikutan gabung di pelataran masjid Salman ITB. Ngaririung bersama teman-teman FLP Bandung. 2007, aku ini apalah saat gabung dengan FLP Jakarta. Masih terkenang saat-saat menimba ilmu penulisan di pelataran masjid Amir Hamzah yang terkenal dengan 'mimazah.' Sayang, masjid ini sudah tak ada bekasnya lagi di Taman Ismail Marzuki.

Jadi Percaya Diri Ngantor dengan Derma Angel

Girls, Mungkin diantara kalian ada yang pernah mengalami masalah jerawat. Tau kan bagaimana galaunya jika si makluk kecil yang nggak imut ini muncul? Saat mau pakai bedak di depan cermin terlihat ada bentol merah di permukaan kulit wajah. Gimana bisa tampil cantik dan percaya diri  jika wajah  mulusmu bertotol jerawat!  *Arrgh.   image:pixabay My Story Kalau dipikir-pikir si jerawat ini jahat juga lho. Dia tak kenal situasi sehingga suka datang di saat yang tidak tepat. Halah.. kapan ya ada saat yang tepat buat nerima jerawat bertamu? Hahaha... Kali ini si jerawat datang menghampiri Fafa putriku. Udah tau si Fafa itu harus selalu dalam penampilan prima setiap hari karena dia kan kerja dan harus ketemu banyak orang di kantor. Tapi si jerawat ini, datang tanpa diundang. Dan entah kenapa dia paling suka mampir ke pipi chubby Fafa. So pastilah Fafa kesel bin mangkel. Baperan gara-gara jerawat bisa bikin mood rusak seharian padahal Fafa kan harus selalu ramah dan tersenyum pada para customer. Ke…