Skip to main content

Seribu Muka Narkoba

Muda, cakep, penampilan modis, punya pekerjaan, punya kendaraan, santun, sopan, siapa sih yang tak terkesan?
Namun siapa nyana dia pengguna narkoba?
Urakan, jarang mandi,  ngomong gak diatur, kurang terdidik, wajarlah karena dia gak tamat sekolah karena tersandung masalah biaya.
Namun siapa nyana dia pengguna narkoba?
Baik, kebapakan, berwibawa, hidup mapan, usia paruh baya, tokoh panutan, punya keluarga harmonis.
Namun siapa nyana dia pengguna narkoba?
Cantik, muda, ramah, punya karir baik, dari keluarga baik-baik.
Namun siapa nyana dia pengguna narkoba?
Seribu muka narkoba. Boleh dikatakan demikian. Mengapa?
Karena jenis narkoba yang sedemikian banyak itu, ada yang bisa terlihat efeknya secara nyata pada si pengguna, dan ada juga yang tidak.
Jika dia pecandu dengan kantong pas-pasan, kemungkinan dia hanya akan mengosumsi narkoba sekelas pil koplo yang abis ditenggak langsung kelihatan efeknya. Mulai dari teler hingga tewas karena over dosis.
Namun untuk narkoba jenis sabu misalnya, tidak akan mudah  mengenali si pengguna atau si pecandu kecuali Anda bergaul akrab dengannnya.
Tak heran banyak orangtua yang kecele dan mengira anak-anak mereka baik-baik saja sebelum akhirnya ketahuan sebagai pecandu narkoba.
Banyak isteri atau suami yang tak menyadari bahwa pasangan mereka adalah pecandu narkoba hingga akhirnya semua sudah terlambat.
Tak heran jika Indonesia mengobarkan genderang perang pada nakoba. Karena zat terlarang ini bisa nyaru. Diperkenalkan pada semua kalangan masyarakat dalam berbagai bentuk, Mulai dari permen untuk anak-anak. Hingga obat penambah stamina untuk orang dewasa.


Foto milik : kabarone.com


Ingat kasus Raffi Ahmad yang dituduh sebagai pengguna narkoba? Bahkan menurut pengakuan si artis sendiri, dia tak tahu bahwa zat yang dikonsumsinya itu termasuk kategori narkoba (cek lagi)

Untuk itu, semua kalangan harus memahami apa itu narkoba, jenisnya, ciri penggunanya hingga kemana harus meminta bantuan saat salah satu anggota keluarga kita terkena narkoba.




Foto milik : lenterakecil.com

Comments

Popular posts from this blog

Investasi Cerdas untuk Masa Depan Cerah

“Kek Seno kenapa, Pa?” bisikku penasaran. Punggung pria tetangga depan rumah kami itu semakin menjauh. Mengiringi langkahnya yang terseok masuk kembali ke dalam rumahnya. Suamiku menghela napas berat, “Kasihan sekali Kek Seno, Ma. Dia kehilangan pekerjaannya di pabrik panci. Ada peremajaan karyawan, katanya.” “Iya sih. Aku sudah dengar kabar itu. Tapi kan Kek Seno, dapat pesangon dong!” Suamiku menggeleng. “Lho, masa enggak sih?

Mengajar Anak Menulis Cerita Anak

Orang tua mana sih yang tak bangga jika anaknya punya kemampuan khusus hingga punya prestasi? Apalagi jika kemampuan tersebut tak dimiliki oleh semua anak atau unik. Salah satunya adalah kemampuan untuk menulis. Dalam hal ini, saya khusus membahas tentang menulis cerita anak yang masuk ke dalam ranah fiksi.
Ada tiga kategori tulisan yang kita bisa kenali yaitu karya fiksi, non fiksi dan faksi yang merupakan campuran dari karya fiksi dan non fiksi alias fakta dan fiksi.
Nah, kembali pada topik mengajar anak menulis cerita. Berdasarkan pengalaman saya mengajar anak-anak, termasuk anak sendiri, hal yang paling penting adalah tidak memaksa anak. Dianjurkan anak ikut kelas menulis atas keinginan sendiri.
Sungguh beruntung jika anak tersebut sudah punya minat dan bakat. Tinggal terus berlatih dan banyak membaca sambil terus didampingi, maka insya Allah karya anak tersebut akan cepat berkembang ke arah yang lebih baik.
Dilanjutkan dengan membekali anak dengan ilmu bagaimana menulis cerita anak y…

Belajar Bersama di Kuliah Online Universitas Terbuka

Universitas Terbuka atau lebih kita kenal dengan UT ini, merupakan Perguruan Tinggi negeri ke 45 di Indonesia.UT diresmikan pada tanggal 4 September 1984 dengan berdasarkan kepada Keputusan Presiden RI No. 41 Tahun 1984. Nah, dalam rangka milad ke 30 tahun UT, dengan dedikasi dan pengalamannya yang sudah teruji, Universitas Terbuka mempersembahkan Kuliah Terbuka Online. Targetnya adalah masyarakat luas dari segala lapisan.Kalau saya sih semangat sekali bisa ikut karena Rasulullah saw kan menyuruh kita untuk belajar sepanjang hayat :)  Yuks, bagi yang berminat aku bagi infonya disini ;)
Step 1 : Kita masuk dulu ke laman MOOC UT, yaitu dengan cara klik link berikut :                                                                    http://moocs.ut.ac.id/ 

kemudian klik tulisan Login berwarna biru muda di sudut kanan atas. Maka akan keluar tampilan berikut : 

Ada permintaan akan Username dan password jika Anda hendak melanjutkan masuk ke dalam laman ini. Namun jika Anda baru berkunjung…