Skip to main content
Review Film Perahu Kertas




sumber foto

Film ini dibuat dengan pengaturan plot yang memikat. Entah, apakah sama dengan kisah yang di buku aku juga tidak tahu sebab aku belum pernah baca bukunya. Tapi konflik yang terjadi dinamis dan memikat.
Bagaimana seorang Kugi bisa jatuh cinta pada Keenan. Sementara Keenan sedang dekat dengan seorang cewek bule.
Kemudian Keenan berhubungan dengan cewek Bali bernama Lude sementara Kugi juga akhirnya terlibat hubungan dengan Remi, Boss sekaligus teman abangnya. Membuat penonton jadi penaasaran dengan bagaimana akhir film ini. Apakah kedua tokoh utama akan memperjuangkan cinta mereka dengan cara 'kasar' seperti umumnya cerita cinta dengan orang ketiga yang ada di film-film Indonesia atau mereka melakukannya dengan cara 'manis'.
Dan ternyata  meski Keenan mengetahui perasaan kugi yang sama dengan perasaannya, namun dia menghargai  hubungan yang terjalin diantara Kugi dan Remi. Keenan merelakan Kugi untuk Remi dan meminta Kugi untuk tidak 'lari' lagi.
(Hmmm..Kugi reminds me when I was a teenager. Rebel..not rebel but unique, natural, full of life, dreamer and polos tapi suka 'lari' :))
Keenan akhirnya kembali ke Bali pada Kadek Lude. Tapi, Lude ternyata nggak yakin kalau hati Keenan tulus untuknya. Dia berkata bahwa 'hati bukan memilih tapi dipilih' (nah,ini bikin bingung aku niy. Kalau hati Keenan bukan memilih Lude tapi dipilih Kugi, lalu apakah Lude tidak berhak memilih hati Keenan?)


Comments

Popular posts from this blog

Investasi Cerdas untuk Masa Depan Cerah

“Kek Seno kenapa, Pa?” bisikku penasaran. Punggung pria tetangga depan rumah kami itu semakin menjauh. Mengiringi langkahnya yang terseok masuk kembali ke dalam rumahnya. Suamiku menghela napas berat, “Kasihan sekali Kek Seno, Ma. Dia kehilangan pekerjaannya di pabrik panci. Ada peremajaan karyawan, katanya.” “Iya sih. Aku sudah dengar kabar itu. Tapi kan Kek Seno, dapat pesangon dong!” Suamiku menggeleng. “Lho, masa enggak sih?

Mengajar Anak Menulis Cerita Anak

Orang tua mana sih yang tak bangga jika anaknya punya kemampuan khusus hingga punya prestasi? Apalagi jika kemampuan tersebut tak dimiliki oleh semua anak atau unik. Salah satunya adalah kemampuan untuk menulis. Dalam hal ini, saya khusus membahas tentang menulis cerita anak yang masuk ke dalam ranah fiksi. Ada tiga kategori tulisan yang kita bisa kenali yaitu karya fiksi, non fiksi dan faksi yang merupakan campuran dari karya fiksi dan non fiksi alias fakta dan fiksi. Nah, kembali pada topik mengajar anak menulis cerita. Berdasarkan pengalaman saya mengajar anak-anak, termasuk anak sendiri, hal yang paling penting adalah tidak memaksa anak. Dianjurkan anak ikut kelas menulis atas keinginan sendiri. Sungguh beruntung jika anak tersebut sudah punya minat dan bakat. Tinggal terus berlatih dan banyak membaca sambil terus didampingi , maka insya Allah karya anak tersebut akan cepat berkembang ke arah yang lebih baik. Dilanjutkan dengan membekali anak dengan ilmu bagaim

Es Lidah Buaya dari Ketan Susu Cilandak

Ladies, sepulang dari tempat hangout paling asyik di Jakarta Selatan, saya tak bisa menahan diri untuk membawa pulang hasil panenan Kedai Ketan Susu Cilandak. Ya, bukan hanya ketan susu saja yang ada di sana, tapi ada juga aneka buah dan sayur. Salah satunya Lidah buaya. Lidah buaya   segar  jumbo ini mau diapakan ya? Saya belum punya  pengalaman mengolah lidah buaya sebelumnya.