Skip to main content

Tak Bahagia Sehabis Melahirkan?



Ada ibu yang terkesan tidak bahagia menyambut kehadiran bayinya. Bahkan terlihat depresi. Padahal melihat bayi yang imut dan lucu saja sungguh menyenangkan. Tentu bagi sebagian orang hal ini menimbulkan rasa bingung. Tak tahu harus bagaimana menyikapinya.
Para ahli sesungguhnya telah menemukan   beberapa penyebab   terjadi hal seperti ini. Peristiwa ini lebih dikenal dengan sebutan Depresi Pasca Melahirkan atau DPM.
DPM bisa disebabkan oleh   beberapa hal sebagai berikut,

  • Menurunnya kadar vitamin B1 dalam tubuh ibu setelah proses bersalin.
  • Rendahnya kadar vitamin B2   dalam darah.
  • Selama  waktu  kehamilan si ibu kurang mendapat asupan asam amino tirosin dalam jumlah yang cukup. Sementara tirosin ini  bekerja menghalangi zat –zat pemicu stress masuk ke dalam otak.
Hal ini dapat disiasati dengan cara mengatur asupan gizi untuk ibu yang baru melahirkan. Berikut jenis  makanan yang diutamakan untuk Anda  konsumsi, al:

  • Susu, yoghurt, keju,  telur, tahu, tempe,susu kedelai, alpukat, daging ayam tanpa lemak,   sayuran berdaun hijau,asparagus, kacang-kacangan,  kol, brokoli, bit, plus   aneka ikan dan olive oil.
  • Havermut, kentang,  pasta gandum utuh,  beras  merah, roti gandum utuh, singkong, ubi jalar plus umbi lainnya.
  • Ada sebagian ibu muda yang takut gemuk setelah melahirkan. Sehingga sewaktu  hamil  membatasi asupan karbohidrat kompleksnya. Misalnya dengan mengurangi makan nasi beras merah sehingga  akan  mengurangi produksi serotonin dan triptofan  di dalam darah. Akibatnya  tubuh  akan meminta asupan makanan atau minuman manis lain. Hal ini mampu memacu naiknya kadar serotonin secara cepat namun  mendadak akan cepat drop kembali.Peristiwa ini bisa mendatangkan perasaan   tidak nyaman .

Menurut Wied Harry A. dalam bukunya Good Mood Food, Anda dapat mengenali tanda-tanda DPM dari gejala- gejala yang terjadi berikut:

1.Merasakan ketidakbahagiaan berkepanjangan.
2.Tidak mampu berpikir jernih dan sulit berkosentrasi.
3.Tidak bersemangat, daya ingat merosot.
4.Merasa tidak berguna atau merasa bersalah.
5.Merasa putus asa, sampai muncul perasaan ingin bunuh diri.
6.Mengalami gangguan pola tidur, sulit tidur, atau malah terlalu banyak tidur.
7.Mengalami gangguan pola makan : tidak ada nafsu makan atau malah sangat bernafsu makan.
8.Merasa ketakutan dan mudah tersinggung.
9.Mudah lelah, meskipun tidak banyak bekerja.
10.Menurunnya kemesraan terhadap pasangan, bahkan tidak bernafsu melakukan hubungan seksual.
11.Gelisah, panik, jantung berdebar-debar
12.Lebih suka mengurung diri di kamar atau rumah, menghindari kontak dengan orang lain.

Bila Anda  mengalami gejala DPM, jangan kuatir. Sebab, dengan mengatur pola makan yang benar,  DPM akan  pergi.^__^
write by 
Aira Kimberly

Comments

Popular posts from this blog

Investasi Cerdas untuk Masa Depan Cerah

“Kek Seno kenapa, Pa?” bisikku penasaran. Punggung pria tetangga depan rumah kami itu semakin menjauh. Mengiringi langkahnya yang terseok masuk kembali ke dalam rumahnya. Suamiku menghela napas berat, “Kasihan sekali Kek Seno, Ma. Dia kehilangan pekerjaannya di pabrik panci. Ada peremajaan karyawan, katanya.” “Iya sih. Aku sudah dengar kabar itu. Tapi kan Kek Seno, dapat pesangon dong!” Suamiku menggeleng. “Lho, masa enggak sih?

Mengajar Anak Menulis Cerita Anak

Orang tua mana sih yang tak bangga jika anaknya punya kemampuan khusus hingga punya prestasi? Apalagi jika kemampuan tersebut tak dimiliki oleh semua anak atau unik. Salah satunya adalah kemampuan untuk menulis. Dalam hal ini, saya khusus membahas tentang menulis cerita anak yang masuk ke dalam ranah fiksi.
Ada tiga kategori tulisan yang kita bisa kenali yaitu karya fiksi, non fiksi dan faksi yang merupakan campuran dari karya fiksi dan non fiksi alias fakta dan fiksi.
Nah, kembali pada topik mengajar anak menulis cerita. Berdasarkan pengalaman saya mengajar anak-anak, termasuk anak sendiri, hal yang paling penting adalah tidak memaksa anak. Dianjurkan anak ikut kelas menulis atas keinginan sendiri.
Sungguh beruntung jika anak tersebut sudah punya minat dan bakat. Tinggal terus berlatih dan banyak membaca sambil terus didampingi, maka insya Allah karya anak tersebut akan cepat berkembang ke arah yang lebih baik.
Dilanjutkan dengan membekali anak dengan ilmu bagaimana menulis cerita anak y…

Belajar Bersama di Kuliah Online Universitas Terbuka

Universitas Terbuka atau lebih kita kenal dengan UT ini, merupakan Perguruan Tinggi negeri ke 45 di Indonesia.UT diresmikan pada tanggal 4 September 1984 dengan berdasarkan kepada Keputusan Presiden RI No. 41 Tahun 1984. Nah, dalam rangka milad ke 30 tahun UT, dengan dedikasi dan pengalamannya yang sudah teruji, Universitas Terbuka mempersembahkan Kuliah Terbuka Online. Targetnya adalah masyarakat luas dari segala lapisan.Kalau saya sih semangat sekali bisa ikut karena Rasulullah saw kan menyuruh kita untuk belajar sepanjang hayat :)  Yuks, bagi yang berminat aku bagi infonya disini ;)
Step 1 : Kita masuk dulu ke laman MOOC UT, yaitu dengan cara klik link berikut :                                                                    http://moocs.ut.ac.id/ 

kemudian klik tulisan Login berwarna biru muda di sudut kanan atas. Maka akan keluar tampilan berikut : 

Ada permintaan akan Username dan password jika Anda hendak melanjutkan masuk ke dalam laman ini. Namun jika Anda baru berkunjung…