Langsung ke konten utama

My Story : Papa Pengganti



“Huuh. Papa payah!” Jerry merengut kesal.
Ia ingin pergi ke rumah Bondan, tapi Papa malah menyuruhnya mengerjakan pe­er dulu. Padahal peer kan bisa dikerjakan nanti sepulang dari rumah Bondan.
“Kamu harus belajar disiplin dari kecil, Jerry,” Papa menasehati.
“Tapi aku sudah janji akan datang jam dua, Pa,” Jerry berusaha menjelaskan.
“Nah, itu juga bagus! Kita harus bisa menepati janji yang telah dibuat.”
“Jadi. Boleh nih ke rumah Bondan?” tanya Jerry girang.
“Tentu saja,” jawab Papa. “Setelah kau tepati dulu jadwal yang kamu tempel di dinding kamar itu,” jawab Papa.
Di dalam jadwal itu pada poin nomor tiga tercetak dengan huruf besar bahwa Jerry berjanji akan menyelesaikan dulu semua tugas sekolah dan rumah sebelum pergi main.
Dengan badan lemas, Jerry menuju ke meja belajarnya. Tanpa semangat ia mengeluarkan buku dan pulpennya. Namun pikirannya melayang ke tempat lain.
Bondan pasti sudah menungguku, pikirnya. Aah, coba aku punya papa seperti papa Bondan.
Di pelupuk matanya terbayang papa Bondan yang berwajah bundar dan suka melucu itu. Tiba-tiba Jerry mendapat ide bagus, “Aku akan mengganti papaku dengan seorang papa yang lebih oke!”
Hmm, kira-kira siapa ya yang cocok menjadi papa Jerry?
***
“Menjadi Papa pengganti?” Om Winky mengangkat alisnya sehingga kacamata bundarnya juga ikut terangkat.
“Iya, Om. Om Winky mau ya jadi papa pengganti?” bujuk Jerry penuh harap.
Di dalam hati ia berpikir pasti akan menyenangkan sekali punya papa seperti om Winky. Baik, ramah dan sering membelikan Jerry es krim lagi!
“Hmm... sepertinya itu bukan ide yang buruk. Sejak dulu Om ingin punya anak laki-laki. Tapi Tuhan belum juga memberi Om anak.”
“Om Winky jangan bersedih. Sekarang kan ada aku,” bujuk Jerry. Ia girang sekali karena harapannya terkabul.
Hari pertama menjadi anak Om Winky sangat menyenangkan, Sepulang sekolah, Jerry bebas mau apa saja, mau nonton, main games atau main ke rumah teman. Tetapi keesokan harinya ia dimarahi oleh Pak guru karena tak bikin PR.
Namun lama kelamaan Jerry jadi bosan juga. Hampir setiap hari ia terlambat masuk sekolah. Sebab tidak ada yang membangunkannya di pagi hari karena
Om Winky suka tidur sampai siang. Maklum ia sibuk melukis hingga begadang. pekerjaan Om Winky kan seorang pelukis.
Om Winky juga tidak menguasai pelajaran matematika sehingga Jerry kesulitan setiap kali ada PR matematika.
Dan yang lebih mengesalkan lagi adalah karena Om Winky tidak hobi main bola. Kalau sedang main PS juga kalah melulu, jadi gak seru deh mainnya. Tambah  nggak seru karena Om Winky lebih suka duduk melamun daripada memasak nasi goreng buat sarapan Jerry.
Tiba-tiba Jerry ingat papa.Sejak mama meninggal papalah yang selalu menyiapkan sarapan buat Jerry. Merawat dan menjaga Jerry sehingga ia tidak merasa kehilangan karena mama telah tiada.
Sekarang Jerry merasa menyesal telah mengganti papa dengan Om Winky. Tak terasa air mata membasahi pipinya. Ia menangis tersedu-sedu. Jerry merasa ia tak mungkin akan bertemu Papa lagi karena Jerry telah menukarnya dengan Om Winky.
“Jerry, bangun” sebuah tangan terasa menguncang bahunya.
“Hah, Papa?” Jerry memandang tak percaya. Papa benar-benar ada di hadapannya. Sontak dia memeluk pinggang papa erat-erat.
“Kamu ketiduran ya? Mimpi apa sih? Sampai menangis sesengukan begitu?,” Papa bertanya.
Jerry tidak menjawab dia hanya tersenyum seraya memeluk Papa semakin erat.
Tamat
by
Aira Kimberly

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ceritaku (My Story), Misteri Kunci Berbau Wangi

The Story Aira Kimberly
            “Ma, tolong buka pintu gerbangnya ya!” Papa menghentikan mobil persis di depan rumah. “Biar aku saja, Pa!” Andika melesat turun. “Kasihan Mama, kan, capek.” “Ini kuncinya,” Mama menyerahkan serangkaian kunci ke tangan Andika lewat jendela depan. Andika menerimanya lalu bergegas menuju ke gerbang. Rumah terlihat gelap karena lampu-lampu belum dihidupkan. Jalanan yang macet membuat mereka Pulang kemalaman dari acara  keluarga di puncak. Dalam kegelapan malam, tangan Andika meraba-raba mencari gembok. Tetapi aneh, gembok besar yang biasanya dengan mudah ditemukan, tidak ada! Andika merasa curiga. Dia mendorong pintu gerbang itu. “Tidak terkunci!” Andika berseru kaget melihat gerbang itu membuka dengan mudahnya. Mobil yang dikendarai Papa lalu masuk ke dalam halaman. “Trims, sayang!” ucap Mama. “Ma, Pa, sepertinya ada yang aneh, deh,” Andika berkata. “Apanya yang aneh, Dika?” tanya Mama. “Masa pintu gerbangnya enggak dikunci?” “Ah, masa?” Papa bergegas mengecek ke …

PELIT?

Seorang teman bilang,"Mbak Aira pelit!" Ucapan ini sungguh menyentak. Teman ini bilang kalau aku pelit berbagi. Pelit berbagi? Ah, masa sih? Selama ini aku merasa aku ini apalah. 2006 lalu, aku ini apalah saat ikutan gabung di pelataran masjid Salman ITB. Ngaririung bersama teman-teman FLP Bandung. 2007, aku ini apalah saat gabung dengan FLP Jakarta. Masih terkenang saat-saat menimba ilmu penulisan di pelataran masjid Amir Hamzah yang terkenal dengan 'mimazah.' Sayang, masjid ini sudah tak ada bekasnya lagi di Taman Ismail Marzuki.

Jadi Percaya Diri Ngantor dengan Derma Angel

Girls, Mungkin diantara kalian ada yang pernah mengalami masalah jerawat. Tau kan bagaimana galaunya jika si makluk kecil yang nggak imut ini muncul? Saat mau pakai bedak di depan cermin terlihat ada bentol merah di permukaan kulit wajah. Gimana bisa tampil cantik dan percaya diri  jika wajah  mulusmu bertotol jerawat!  *Arrgh.   image:pixabay My Story Kalau dipikir-pikir si jerawat ini jahat juga lho. Dia tak kenal situasi sehingga suka datang di saat yang tidak tepat. Halah.. kapan ya ada saat yang tepat buat nerima jerawat bertamu? Hahaha... Kali ini si jerawat datang menghampiri Fafa putriku. Udah tau si Fafa itu harus selalu dalam penampilan prima setiap hari karena dia kan kerja dan harus ketemu banyak orang di kantor. Tapi si jerawat ini, datang tanpa diundang. Dan entah kenapa dia paling suka mampir ke pipi chubby Fafa. So pastilah Fafa kesel bin mangkel. Baperan gara-gara jerawat bisa bikin mood rusak seharian padahal Fafa kan harus selalu ramah dan tersenyum pada para customer. Ke…