Skip to main content

Tujuh Manfaat Menulis untuk Anak






Suatu hari Farah berlari-lari menuju Bundanya dan memperlihatkan gambarnya. “Bunda, Bunda, lihat deh. Aku bikin gambar princess. Namanya Princess Rara. Princess Rara tinggal di Raraland.” Wow, ternyata Farah suka mengkhayal. Dia juga memperlihatkan bakat mengarang. Tahukah Anda, bahwa khayalan anak-anak ini dapat disalurkan dalam tulisan?

Selain menyalurkan khayalan anak dalam bentuk positif, terdapat banyak manfaat menulis lainnya. Manfaat itu seperti: 

1. Media Penghapus Stress.
Tekanan beban pelajaran di sekolah, masalah dengan sahabat atau teman hingga persoalan dengan saudara atau orang tua kadang menimbulkan tekanan pada anak. Tidak setiap anak mampu mengungkapkan masalahnya dengan baik. Nah, di sini lah peran menulis. Perasaan anak akan lebih lega setelah selesai menulis. 

2. Belajar Mengeluarkan Pendapat dengan Cara Bijak.
Dengan menulis, Anak juga berlatih menyunting tulisannya sendiri. Tulisan yang telah dituangkan dapat ditulis ulang lagi hingga mendapatkan bentuk kalimat yang pas. Beda dengan berbicara yang setelah terucapkan tidak  bisa ditarik kembali. 

3. Belajar Merangkai Kata.
Berawal dari satu dua kata. Misalnya: Aku sedih. Dia payah. Nanti kalimat tersebut bisa berkembang menjadi: Aku sedih karena temanku nakal. Dia tak sebaik yang kukira.

4. Melatih Diri Menjalani Proses Secara Teratur.
Bila anak mulai belajar menyalurkan aspirasi dan inspirasinya lewat menulis, otomatis anak akan melakukan hal itu setiap kali dia merasa down sehingga otomatis dia akan melakukannya secara kontiniu. Sebagaimana kita ketahui, menulis secara teratur akan semakin mengasah kemahiran seorang penulis. 

5. Melatih Kesabaran Anak.
Saat marah, kesal, resah atau sedih otomatis emosi juga menjadi tidak stabil. Namun setelah mengeluarkan semua gelora itu lewat tulisan, otomatis emosi pun akan stabil. 

6. Menjadi Bekal buat Masa Depan.
Ya, tidak ada satu profesi pun di dunia yang tidak butuh menulis. Jika anak sudah terbiasa menulis sejak kecil mereka akan sangat tertolong saat harus menulis tugas sekolah, makalah atau skripsi saat sudah kuliah kelak.

7. Menambah Ilmu dan Wawasan.
Anak yang suka menulis biasanya akan suka membaca. Dengan menggabungkan dua kemampuan ini, otomatis ilmu dan wawasan anak juga akan berkembang. 

Jika anak Anda terlihat ingin mengembangkan kemampuannya di bidang menulis, dukung lah. Salah satu caranya adalah dengan mengikuti workshop kepenulisan. Ada banyak workshop kepenulisan yang ditujukan untuk anak-anak.

Salah satu workshop kepenulisan yang akan digelar adalah workshop ‘Yuk Nulis’ dari Women Script & Co (WSC) bekerja sama dengan Dar! Mizan dan BPAD. Putra dan Putri Anda akan belajar menulis bersama trainer penulis Kak Achi, Kak Firma, Kak Dee, Kak Ade & Dinda (penulis KKPK).

Acara ini akan berlangsung pada hari Sabtu, 10 Maret 2012 di Aula Perpustakaan DKI, Gedung Nyi Ageng Serang Lt.7 (dekat Pasar Festival, Jakarta Selatan ) Jl. Rasuna Said Kav. C-22. Tertarik? Hubungi saja Ninna: 085312517327 atau Aira: 088218149773


      



 


by
Aira K

note : ini artikelku yang dimuat di Republika Online

Comments

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung ke blog ini, mohon maaf karena komentar akan dimoderasi dulu. Mohon ditunggu kunjungan balik saya ^__^

Popular posts from this blog

Investasi Cerdas untuk Masa Depan Cerah

“Kek Seno kenapa, Pa?” bisikku penasaran. Punggung pria tetangga depan rumah kami itu semakin menjauh. Mengiringi langkahnya yang terseok masuk kembali ke dalam rumahnya. Suamiku menghela napas berat, “Kasihan sekali Kek Seno, Ma. Dia kehilangan pekerjaannya di pabrik panci. Ada peremajaan karyawan, katanya.” “Iya sih. Aku sudah dengar kabar itu. Tapi kan Kek Seno, dapat pesangon dong!” Suamiku menggeleng. “Lho, masa enggak sih?

Mengajar Anak Menulis Cerita Anak

Orang tua mana sih yang tak bangga jika anaknya punya kemampuan khusus hingga punya prestasi? Apalagi jika kemampuan tersebut tak dimiliki oleh semua anak atau unik. Salah satunya adalah kemampuan untuk menulis. Dalam hal ini, saya khusus membahas tentang menulis cerita anak yang masuk ke dalam ranah fiksi.
Ada tiga kategori tulisan yang kita bisa kenali yaitu karya fiksi, non fiksi dan faksi yang merupakan campuran dari karya fiksi dan non fiksi alias fakta dan fiksi.
Nah, kembali pada topik mengajar anak menulis cerita. Berdasarkan pengalaman saya mengajar anak-anak, termasuk anak sendiri, hal yang paling penting adalah tidak memaksa anak. Dianjurkan anak ikut kelas menulis atas keinginan sendiri.
Sungguh beruntung jika anak tersebut sudah punya minat dan bakat. Tinggal terus berlatih dan banyak membaca sambil terus didampingi, maka insya Allah karya anak tersebut akan cepat berkembang ke arah yang lebih baik.
Dilanjutkan dengan membekali anak dengan ilmu bagaimana menulis cerita anak y…

Belajar Bersama di Kuliah Online Universitas Terbuka

Universitas Terbuka atau lebih kita kenal dengan UT ini, merupakan Perguruan Tinggi negeri ke 45 di Indonesia.UT diresmikan pada tanggal 4 September 1984 dengan berdasarkan kepada Keputusan Presiden RI No. 41 Tahun 1984. Nah, dalam rangka milad ke 30 tahun UT, dengan dedikasi dan pengalamannya yang sudah teruji, Universitas Terbuka mempersembahkan Kuliah Terbuka Online. Targetnya adalah masyarakat luas dari segala lapisan.Kalau saya sih semangat sekali bisa ikut karena Rasulullah saw kan menyuruh kita untuk belajar sepanjang hayat :)  Yuks, bagi yang berminat aku bagi infonya disini ;)
Step 1 : Kita masuk dulu ke laman MOOC UT, yaitu dengan cara klik link berikut :                                                                    http://moocs.ut.ac.id/ 

kemudian klik tulisan Login berwarna biru muda di sudut kanan atas. Maka akan keluar tampilan berikut : 

Ada permintaan akan Username dan password jika Anda hendak melanjutkan masuk ke dalam laman ini. Namun jika Anda baru berkunjung…